PSBB, Wakil Walikota Serang Mengamuk, Ini Alasannya

Penerapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Serang yang rencananya dimulai 10 September 2020, diwarnai insiden mengamuknya Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin. Video insiden ini sempat viral di media sosial. Mengapa demikian, ini alasannya.

Pos cek poin dianggap penting untuk mengontrol mobilitas masyarakat yang hilir mudik ke suatu daerah. pada hari pertama penerapan PSBB. Pos cek poin di Kota Serang selama PSBB berlangsung ada di delapan lokasi. Yakni Gerbang Tol Serang Timur, Gerbang Tol Serang Barat, Pertigaan Parung akses menuju Terminal Pakupatan, Perempatan Boru Curug, Pertigaan Sempu, Perempatan Jalan Raya Taktakan dekat Brimob Polda Banten, Simpang Kepandean akses dari Kota Cilegon, dan Jalan Raya Sawah Luhur.

Kemarahan terjadi saat Subadri bersama Asda 1 Kota Serang, Anton Gunawan dan Kepala Diskominfo Kota Serang, W Hari Pamungkas meninjau pos cek poin di Kalodran yang bebrbatasan dengan Ciruas, Kabupaten Serang. Sesampainya di lokasi, hanya ada tenda pos. Petugas penjaga belum melakukan kegiatan pengecekan warga yang masuk Kota Serang. Subadri kesal karena saat mengecek di dua pos pemeriksaan protokol kesehatan ternyata belum siap. Kedua pos pemeriksaan itu berada di gerbang tol Serang Timur, dan di Jalan Raya Serang-Jakarta, Lingkungan Kalodran, Walantaka, Kota Serang.

Melihat kondisi itu, Subadri langsung memanggil Kepala Dinas Perhubungan Maman Lutfi dan Kepala Satpol PP Kusna Ramdani. Subadri menghukum Kepala Satpol PP Kota Serang, Kusna Ramdani dengan menyuruhnya push up di pinggir jalan. Selanjutnya, Kepala Dishub Kota Serang, Maman Lutfi, hadir di lokasi. Subadri langsung mencecar beberapa pertanyaan.

Subadri mengatakan, jika memang tidak siap dan tidak sanggup, seharusnya disampaikan sejak awal. Sehingga wajah Pemkot Serang tidak tercoreng karena seolah tidak menjalankan tugas. “Ngomong doang iya iya. Giliran pelaksanaannya saja tidak ada. Kalau memang takut bilang. Jangan saling menyalahkan,” tegasnya.

Kpala Satpol PP Kusna Ramdani dihukum push up sesuai janji. Jika memang ada tempat cek poin yang belum siap, maka dia siap push up. Pos cek poin di delapan titik pintu masuk ke Kota Serang dijaga petugas gabungan dari Satpol PP, PMI, Polri, TNI, dan Dishub. Kegiatan yang dilakukan yakni melakukan pemeriksaan suhu tubuh pengemudi dan penumpang. Selain itu memeriksa penerapan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, serta pengecekan kapasitas kendaraan terhadap penumpang.

Wali Kota Serang Syafrudin memutuskan untuk menerapkan PSBB pada 10 sampai 24 September 2020 mendatang. PSBB diterapkan sesuai dengan interuksi dan adanya surat keputusan Gubernur Banten Nomor 443/Kep.209-Huk/2020 tentang penetapan PSBB di Provinsi Banten dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.[sultantv]

(Visited 4 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.