SERANG, Sultantv.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang secara resmi menyerahkan bantuan 1 unit mobil ambulance desa kepada Pemerintah Desa Sindangsari. Kendaraan ini diserahkan langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah di Kantor Balai Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa, 26 Mei 2026.
Pengadaan fasilitas kesehatan tersebut merupakan hasil pergeseran anggaran fasilitas kendaraan dinas pribadi Ratu Zakiyah sebagai kepala daerah.
Ia menjelaskan, kehadiran armada khusus ini memiliki misi mulia yakni menekan angka kematian dan korban jiwa yang kerap terjadi akibat keterlambatan penanganan atau kendala transportasi medis.
Ratu Zakiyah menyebutkan, bantuan senilai total Rp285 juta ini dipastikan menjadi yang pertama kali diterima oleh desa tersebut, dan diharapkan mampu menjadi penolong dalam pelayanan kesehatan darurat hingga ke tingkat paling bawah.
Dengan adanya fasilitas ini, warga yang mengalami kondisi gawat darurat dapat segera ditangani dan dirujuk ke Puskesmas atau Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) dengan lebih cepat dan aman.
”Yang jelas ini bantuan untuk pelayanan kesehatan di desa, terutama dalam menangani masyarakat dalam kondisi yang darurat. Sehingga nanti pasien yang darurat bisa segera ditangani dan dirujuk misalnya ke puskesmas atau ke RSDP. Semoga ini bisa menekan angka kematian atau korban jiwa dengan adanya ambulance desa ini,” tegas Ratu Zakiyah usai menyerahkan bantuan.
Sehari sebelumnya, Bupati juga telah menyerahkan satu unit mobil ambulance kepada pihak desa antara lain Desa Barugbug, Kecamatan Padarincang; Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka; Desa Mangunreja, Kecamatan Pulo Ampel; Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa.
Ia menjelaskan kelima desa ini dipilih dan diprioritaskan karena sepenuhnya belum memiliki fasilitas serupa. Meskipun ada yang memiliki kendaraan operasional atau mobil siaga, namun alat tersebut tidak memenuhi standar kendaraan medis.
Politisi PAN tersebut mengatakan, ambulance desa yang diserahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang ini dilengkapi fasilitas lengkap, mulai dari tempat tidur pasien hingga perlengkapan pertolongan pertama, yang membedakannya dengan kendaraan biasa.
”Dari 326 desa hanya 5 desa yang kami beri karena disesuaikan dengan alokasi anggaran (fasilitas kendaraan dinas) itu. Dari satu unit mobil ini kurang lebih Rp285 juta, kalau dikali lima berarti Rp1,4 miliar,” ungkap Ratu Zakiyah.
”Jadi memang sebetulnya sebagian besar desa memohonkan juga ambulance desa ini, tapi saya sampaikan ke beberapa kepala desa, nanti kita lihat kembali (kondisi anggarannya),” sambungnya.
Ratu Zakiyah menegaskan, pemenuhan sarana kesehatan dasar ini adalah prioritas utama pemerintah daerah. Ia berharap Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus meningkat, sehingga di tahun-tahun mendatang jumlah bantuan ambulance desa bisa bertambah hingga menjangkau seluruh wilayah kabupaten.
Terkait peluang bantuan mobil ambulance dari pemerintah pusat, ia menyebut belum ada program khusus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Namun, pihaknya tetap akan memantau dan berusaha menjemput peluang jika nantinya ada program sejenis dari pusat.
Sistem pengelolaan dan pengoperasian ambulance desa ini pun telah diatur ketat. Bupati pun telah menginstruksikan kepada para Kepala Desa untuk membangun koordinasi erat dengan Puskesmas, bidan desa, dan seluruh tenaga kesehatan.
Menurut dia, keterlibatan tenaga medis sangat diwajibkan guna mendampingi proses evakuasi pasien, agar keselamatan dan kualitas penanganan tetap terjaga selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan rujukan.
”Tadi saya sampaikan ke Pak Kades untuk menjaga koordinasi yang baik dengan puskesmas, bidan desa, tenaga kesehatan, karena memang dibutuhkan nanti untuk pendampingan ketika merujuk atau membawa pasien dari desa ini ke puskesmas atau rumah sakit. Jadi semoga bermanfaat bantuan ini,” tutup Ratu Zakiyah. (Red/ RG)



