Kalimantan Timur memiliki cadangan sumber daya energi yang cukup besar, dari sumber fosil maupun terbarukan. Lalu, bagaimana memenuhi kebutuhan energi untuk Ibu Kota Negara Baru?
Berikut ini merupakan beberapa proyek strategis pembangunan energi yang harus dilakukan, berdasarkan data Kementerian PPN atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Pembangunan Jaringan Transmisi Gas Bumi
Pembangunan ini disertai dengan pembangunan jaringan distribusi gas bumi di IKN, diikuti dengan pembangunan jaringan distribusi gas bumi di kota-kota yang dilintasi jaringan transmisi gas bumi. Tahap selanjutnya adalah pengembangan jaringan transmisi gas bumi Trans Kalimantan diikuti dengan wilayah-wilayah distribusinya.
Penguatan Jaringan Transmisi Interkoneksi Kelistrikan Se-Kalimantan
Jaringan Transmisi Kalseltengtim yang kini telah terinterkoneksi perlu segera disambungkan dengan jaringan Kalimantan Barat, sehingga terbentuk jaringan interkoneksi kelistrikan se-Kalimantan.
Pembangunan PLTA Skala Besar dengan Memanfaatkan Potensi Sungai-Sungai Besar di Kalimantan
Pembangunan dilakukan untuk memanfaatkan potensi sungai-sungai besar seperti Kapuas di Kalimantan Barat, Mahakam di Kaltim maupun Barito di Kalsel.
Pembangunan Instalasi dan Penggunaan Energi Bersih
Kalimantan perlu membangun banyak pembangkit listrik dan bahan bakar lainnya dari sumber-sumber energi “bersih” di Kalimantan, terutama sumber energi terbarukan. Hutan-hutan yang luas dapat menghasilkan biomass dalam skala yang massif untuk didayagunakan sebagai sumber energi bersih.
Pembangunan Sistem Transportasi Hemat Energi dan Ramah Lingkungan
Ibu kota baru harus dilengkapi dengan sistem transportasi yang ramah lingkungan serta hemat energi, misalnya mengandalkan transportasi umum -kota berbasis kereta ringan, pemakaian sepeda secara masif oleh penduduk kota, penggunaan mobil listrik dibandingkan mobil menggunakan BBM. Kota juga dirancang “compact” meminimumkan pergerakkan yang tidak perlu yang dilakukan oleh penduduk kota. []



