BerandaBERITANaik KRL Jadi Ruang Kuliah Lapangan, Mahasiswa Teknik Sipil UNBAJA Pelajari Rekayasa...

Naik KRL Jadi Ruang Kuliah Lapangan, Mahasiswa Teknik Sipil UNBAJA Pelajari Rekayasa Jalan Rel

Universitas Banten Jaya (UNBAJA) kembali menyelenggarakan kunjungan lapangan bagi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil dengan memanfaatkan KRL Commuter Line sebagai media pembelajaran. Kegiatan rutin tahunan ini merupakan bagian dari mata kuliah Rekayasa Jalan Rel dan diikuti sekitar 30 mahasiswa dengan rute perjalanan Serang–Jakarta.

Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Telly Rosdiyani. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, mahasiswa diajak memahami penerapan sistem transportasi rel perkotaan secara langsung, tidak hanya melalui teori di ruang kelas.

Sebelum keberangkatan, mahasiswa telah dibekali tugas observasi untuk mengaitkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Selama perjalanan menggunakan KRL Commuter Line, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap sistem operasi kereta, fasilitas stasiun, kinerja pelayanan, hingga perilaku pengguna transportasi massal berbasis rel.

Observasi dilakukan secara menyeluruh sejak keberangkatan dari Stasiun Serang hingga tiba di Jakarta, sehingga mahasiswa memperoleh gambaran utuh mengenai operasional KRL sebagai tulang punggung transportasi perkotaan.

Dosen pengampu mata kuliah Rekayasa Jalan Rel, Telly Rosdiyani, menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun cara berpikir rekayasa mahasiswa.

“Mahasiswa tidak hanya diajak naik kereta, tetapi belajar membaca sistem. Mereka mengamati bagaimana teori perkeretaapian, operasi, dan pelayanan yang dipelajari di kelas diterapkan di lapangan. Ini penting untuk membangun pola pikir rekayasa sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Sipil UNBAJA, Nila Prasetyo Artiwi, menuturkan, kunjungan lapangan ini merupakan strategi pembelajaran yang terus dikembangkan untuk menyesuaikan kebutuhan kompetensi lulusan.

“Kami mendorong mahasiswa memahami infrastruktur tidak hanya dari sisi perencanaan, tetapi juga dari sudut pandang pengguna dan operasional. Kunjungan sebagai pengguna KRL ini sangat relevan dengan pengembangan kompetensi di bidang transportasi, khususnya transportasi rel,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Program Studi Teknik Sipil UNBAJA dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan sistem transportasi nasional.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif mencatat hasil pengamatan, mendokumentasikan kondisi lapangan, serta berdiskusi dengan dosen pengampu terkait temuan yang diperoleh selama perjalanan.

Salah satu mahasiswa peserta, Ahmad Fahrurozi Arraehat, mengaku mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan ini.

“Dengan terlibat langsung sebagai pengguna KRL, kami jadi lebih memahami bagaimana sistem operasi dan pelayanan berjalan. Banyak hal yang sebelumnya hanya kami pahami secara teori, kini bisa kami lihat dan rasakan langsung,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini membantu mahasiswa memahami tantangan nyata dalam pengelolaan transportasi massal, terutama dari perspektif pengguna.

Kunjungan lapangan sebagai pengguna KRL Commuter Line ini menjadi wujud penerapan metode experiential learning di lingkungan UNBAJA. Melalui kegiatan rutin tahunan tersebut, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, analitis, dan responsif terhadap persoalan transportasi perkotaan.

Dengan mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung, UNBAJA berharap mahasiswa Teknik Sipil mampu menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman nyata terhadap sistem infrastruktur yang melayani kebutuhan masyarakat luas (TR).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular