SULTANTV.CO – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membentuk Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026.
Pembentukan Satgas ini menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam merespons dampak luas bencana alam yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang sebelumnya mengganggu aktivitas ekonomi, sosial, serta kesejahteraan masyarakat.
Satgas Pemulihan Bencana Sumatera dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tugas utama Satgas meliputi koordinasi kebijakan lintas kementerian/lembaga, penyusunan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi, hingga pelaksanaan pemulihan di lapangan.
Struktur kepemimpinan Satgas diperkuat oleh wakil ketua dari unsur TNI, BNPB, Korps Brimob Polri, serta Danantara. Pemerintah mengalokasikan anggaran khusus sebesar Rp60 triliun, yang dikelola terpisah dari anggaran BNPB.
Empat Daerah Aceh Masih Tanggap Darurat, Fokus Jalan dan Logistik
Dari total 52 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera, sebagian besar telah memasuki fase transisi menuju pemulihan.
Namun, empat kabupaten di Provinsi Aceh masih memperpanjang status tanggap darurat, yakni Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa keempat wilayah tersebut masih menjadi prioritas penanganan darurat karena tantangan geografis dan keterbatasan akses.
Fokus utama saat ini adalah pemulihan akses jalan darat serta kelancaran distribusi logistik ke wilayah-wilayah terpencil yang jauh dari posko kabupaten. Pemerintah menegaskan, proses pemulihan dilakukan secara sistematis dan terukur, bukan sekadar terburu-buru.
Capaian Nyata: 72 Ruas Jalan Nasional Kembali Tersambung
Hingga awal Januari 2026, progres pemulihan infrastruktur menunjukkan hasil signifikan. Sebanyak 72 ruas jalan nasional di Pulau Sumatera telah berhasil disambungkan kembali.
Capaian ini menjadi indikator konkret pemulihan Sumatera pascabencana. Selain infrastruktur jalan, pemerintah juga telah membangun sekitar 1.100 unit hunian baru bagi warga terdampak.
Kesaksian Lapangan: Distribusi BBM Medan–Langsa Sudah Normal
Kondisi pemulihan juga diperkuat oleh kesaksian lapangan. Influencer otomotif Ridwan Hanif (@ridwanhanifrahmadi) mengonfirmasi bahwa pasokan BBM di jalur Medan–Langsa—sekitar 200 kilometer melewati Aceh Tamiang, wilayah terdampak terparah—telah kembali normal sejak 5 Januari 2026.
Distribusi BBM berjalan lancar, truk pengangkut beroperasi normal, dan tidak ditemukan kelangkaan di SPBU. Pengalaman ini turut disaksikan oleh rekannya, Mas Arkam, yang melintasi jalur utama tersebut.
Pulihnya ruas vital ini menjadi bukti kuat solidnya koordinasi Satgas Pemulihan Bencana Sumatera di lapangan.
Satgas Pemulihan Bencana Sumatera, Fondasi Kebangkitan Wilayah
Pembentukan Satgas Pemulihan Bencana Sumatera di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan pemulihan berjalan nyata, bukan sekadar wacana.
Dengan dukungan anggaran Rp60 triliun, koordinasi lintas lembaga, serta capaian cepat seperti 72 ruas jalan tersambung dan distribusi logistik yang stabil, masyarakat Sumatera memiliki alasan kuat untuk optimistis.
Tagar #SumateraPulih yang ramai di media sosial bukan sekadar gimmick, melainkan cerminan kondisi lapangan yang terus membaik. Pemerintah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi hingga tuntas.




