PHRI Banten Ditantang Kembangkan Ekonomi Kreatif

Pertumbuhan pariwisata Provinsi Banten terus menunjukkan grafik meningkat. Hal ini ditandai dengan pertambahan jumlah wisatawan dari tahun ke tahun. Selain itu, tingkat hunian hotel di Banten mengalami kenaikan yang signifikan.

Seiring berkembangnya ekonomi yang ditunjang sektor pariwisata, Pemerintah Pronvinsi melalui Dinas Pariswisata Banten menggandeng sejumlah pihak terutama perbankan dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati di Serang, Jumat (25/5) kemarin, mengatakan kerja sama antara pemangku kepentingan pariwisata yang terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif di Banten perlu terus ditingkatkan. Ekonomi kreatif tidak mungkin tumbuh berkembang sendiri-sendiri tanpa ada dukungan dari pihak lain.

“Perlu ada yang menjembatani dalam pengembangan ekonomi kreatif untuk digunakan masyarakat. Cukup banyak ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan. Ada sekitar 16 sub sektor ekraf yang perlu dikembangkan,” kata Eneng Nurcahyati.

Pihaknya sudah menyelenggarakan Forum Kemitraan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan tema “Tingkatkan Sinergitas Dunia Industri Pariwisata Guna Meningkatkan Ekonomi Kreatif Yang Berdaya Saing”. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pihak terkait dalam upaya mendukung pengembangan ekraf termasuk unsur perbankan.

“Dari pelaku ekonomi kreatif yang ada banyak yang bisa dikembangkan dan di fasilitasi oleh perbankan. Salah satunya fasilitasi kredit untuk pengembangan usahanya. Proses pembukuan juga perlu dilakukan pembinaan, sehingga skill pelaku usaha bisa ditingkatkan,” kata dia.

Selain dukungan bank dari sisi permodalan, kata dia, dalam upaya membantu pengembangan ekraf tersebut PHRI perlu juga ikut berperan serta. Karena melalui hotel dan restoran pengembangan hasil kreativitas ekonomi kreatif bisa juga dikenalkan ke masyarakat luas khususnya wisatawan melalui PHRI.

“Kami minta untuk hotel juga menyiapkan hasil ekonomi kreatif. Bahkan kuliner hingga musik tradisional itu, seharusnya ditampilkan di hotel-hotel di Banten,” kata Eneng.

Eneng sebagaimana dilansir Antara mengapresiasi perbankan dan Hotel yang sudah terlebih dahulu membantu pengembangan ekraf. Ia berharap virus positif tersebut bisa terus ditularkan ke stakeholder lain yang ada di Banten.

“Bagi yang sudah berperan kami apresiasi dan virus kebaikan untuk Banten terus dikembangkan. Salah satu contohnya yakni melalui penggunaan seragam batik daerah masng-masing yang dilakukan oleh stakeholder terkait,” katanya.

Eneng juga berharap para pelaku usaha ekonomi kreatif bisa memanfaatkan media sosial untuk membgantu mengenalkan atau mempromosikan hasil karyanya supaya lebih dikenal masyarakat luas dan dunia luar.

“Jika ibu-ibu dan bapak-bapak pelaku ekonomi kreatif yang belum punya media sosial, buat itu. Pelaku ekonomi kreatif juga harus punya sosmed untuk mengenalkan produknya ke masyarakat yang lebih luas,” kata Eneng Nurcahyati.[]

(Visited 32 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.