Hamparan Bunga Instagramable yang Wajib Dikunjungi di Pandeglang

Destinasi wisata di Kabupaten Pandeglang semakin bertambah. Setelah dimanjakan dengan berbagai keindahan alam pantai, sungai, hingga pegunungan, kini Pandeglang kembali memiliki destinasi yang menawan. Bahkan cukup melejit seiring dengan semakin banyaknya netizen yang mengunggah keeksotisan destinasi tersebut di media sosial, yakni destinasi agrowisata Kampung Jambu.

Lokasinya tidak begitu jauh dari pusat kota Pandeglang. Dari gerbang Perumahan Bumi Pandeglang Indah (BPI), pengunjung hanya tinggal menyusuri jalan sepanjang 200 meter. Tepatnya di Kampung Rokoy, Desa Kaduhejo, Kecamatan Kaduhejo.

Foto : rri.co.id

Sesuai namanya, destinasi ini memiliki hamparan Pohon Jambu di atas lahan 2.000 meter persegi. Selain itu, hamparan bunga berwarna-warni dengan berbagai jenis turut menghiasi kawasan tersebut  yang menjadi daya tarik dan menjadi buruan para pengunjung yang datang.

Dilansir dari berbagi sumber, kawasan tersebut dikembangkan oleh Suroso (44) asal Malang dan Wiwin (44) asal Surabaya yang memanfaatkan lahan seluas 2 ribu meter persegi untuk dijadikan perkebunan jambu dan Pasutri ini telah tinggal di bilangan BPI sejak 2001 loh. Menurut Wiwin, awalnya kawasan tersebut bukan dibuat untuk taman bunga atau tempat wisata, melainkan hanya showroom bunga.

Hamparan ratusan bunga cantik itu ditata layaknya ladang perkebunan bunga di Eropa. Berbagai jenis bunga impor dari Thailand dan Filipina tumbuh dengan subur diantara jejeran Pohon Jambu dan bentangan sawah.  Bunga-bunga yang tumbuh diarea tersebut diantaranya Bunga Matahari, Celocia, Gomphrena, Zinnia, Celocia, Vinca, dan bunga Begonia. Para pengunjung dapat berfoto ria dijejeran bunga berwarna warni yang instagramable tersebut.

Foto : Kepala Dinas Pariwisata Banten Eneng Nurcahyati saat berkunjung ke Kampung Jambu.

Suroso juga menjelaskan, digarapnya lahan tersebut, hanya untuk kepentingan bercocok tanam. Mengingat, dirinya memiliki minat disektor pertanian. Namun, karena banyaknya pengunjung yang tertarik dengan lahan garapannya tersebut, Suroso melihat potensi lain di sektor wisata. Dia menerangkan, pengunjung yang hadir tidak dipungut biaya. Akan tetapi wajib membeli produk yang ditawarkan. Sebagai bonus, dia mempersilakan para pengunjung untuk berswafoto sesukanya.

Harga masuk yang dipatok pun sangat terjangkau. Suroso menyediakan berbagai produk dari harga Rp7 ribu untuk benih sampai buah Jambu yang dihargai Rp20 ribu per kilo dan dapat dipetik sendiri. Bahkan dia juga menyediakan jasa pelatihan tentang bagaimana berkebun dalam skala rumah tangga.[]

 

(Visited 64 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.