Jadi Pemisah Sekat di Kota Tangerang, Yuk Wisata ke Jembatan Kaca Berendeng yang Instagramable

Saat berkunjung ke Kota Tangerang, jangan lupa kunjungi destinasi wisatanya. Setelah sukses dengan taman tematik dan Kampung Bekelir, Pemerintah Kota Tangerang juga berhasil membangun jembatan kaca yang berada di atas Sungai Cisadane atau lebih dikenal dengan sebutan “Jembatan Berendeng”. Jembatan yang dilengkapi dengan pedestrian yang beberapa bagiannya transparan dengan dipasangi kaca ini terletak di Gerendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Jembatan Berendeng yang instagramable berhasil memikat para pengunjung untuk sekadar berswafoto sekaligus mencoba sensasi berdiri di atas jembatan kaca. Jembatan yang diresmikan tahun 2018 lalu ini menjadi ikon baru Kota Tangerang, juga merupakan landmark serta destinasi wisata baru bagi kota seribu industri sejuta jasa ini.

Jembatan ini memiliki bentang sejauh 120 meter dan lebar 13 meter ini dapat dipergunakan setiap hari oleh masyarakat kota Tangerang sebagai alternatif jalan selain melalui jembatan KS Tubun. Jadi, saat berada di atas jembatan ini, pengunjung bisa mengabadikan momen di atas Sungai Cisadane dengan sensasi yang berbeda.

Nama Berendeng sendiri diambil dari lokasinya sebagai penghubung kedua wilayah, yakni wilayah Benteng Makasar di Kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di Kecamatan Karawaci.

Memisahkan Sekat

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, jembatan Berendeng akan memecah sekat yang selama ini masih terjadi di masyarakat Kota Tangerang dengan istilah Tangerang Barat dan Tangerang Timur.

“Tidak ada lagi istilah Tangerang Barat dan Tangerang Timur karena sudah ada jembatan Brendeng yang menghubungkan dua wilayah yang berseberangan,” ujar Arief di Tangerang, beberapa waktu lalu.

Selain sebagai destinasi wisata kota, jembatan ini juga berfungsi sebagai pengurai kemacetan di Jalan Daan Mogot dan KS Tubun.  Jembatan yang memiliki panjang 120 meter itu bisa dipergunakan sebagai sarana untuk menyeberang kendaraan. Untuk hari Sabtu dan Ahad, lanjut Arief, bisa dipergunakan warga sebagai sarana rekreasi.

“Sengaja dikasih kaca supaya bisa dipakai selfie sambil liat sungai. Hari sabtu sore hingga minggu sore, karena akan dimanfaatkan sebagai lokasi rekreasi dan car free day,” tukas Arief.[]

(Visited 5 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.