BerandaBERITAPermintaan Batu Bara Meningkat, Pengusaha Indonesia Mendulang Untung

Permintaan Batu Bara Meningkat, Pengusaha Indonesia Mendulang Untung

Forbes mencatat bahwa para raja pertambangan Indonesia tengah diuntungkan karena China melihat pasokan batu baranya terganggu akibat cuaca dingin. Selain itu, perselisihan perdagangan dengan Australia, memicu permintaan bahan bakar dari negara itu.

Harga batu bara yang melonjak ke level tertinggi sepanjang masa, menyebabkan kekayaan produsen batubara Indonesia melambung tinggi.

“Hasil keuangan penambang batu bara membaik seiring dengan kenaikan harga batu bara,” kata Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Dessy Lapagu. “Hal itu mengangkat harga saham perusahaan batu bara.”

Pendapatan Adaro Energy meningkat lebih dari 30% dalam sembilan bulan pertama menjadi $2,6 miliar dari tahun sebelumnya, sementara operasional Ebitda tumbuh 70% menjadi $1,2 miliar.

Lonjakan 38% saham Adaro selama 12 bulan terakhir telah meningkatkan kekayaan para pemangku kepentingan utamanya. CEO Garibaldi Thohir melihat kekayaan bersihnya meningkat 58% menjadi $2,6 miliar.

Sementara. presiden komisaris Edwin Soeryadjaya mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat menjadi $1,51 miliar, wakil presiden komisaris Theodore Rachmat sebesar 78% menjadi $2,84 miliar, dan dewan komisaris Arini Subianto sebesar 60% menjadi $975 juta.

Namun, lonjakan harga batu bara tidak menggagalkan rencana Adaro untuk melakukan diversifikasi ke energi bersih. “Dalam 10 tahun ke depan, saya berharap energi terbarukan dapat menyumbang 50% dari aliran pendapatan perusahaan,” kata Garibaldi Thohir.

Pendiri Harum Energy, Kiki Barki, kembali ke daftar orang terkaya Indonesia tahun 2021. Kenaikan empat kali lipat harga saham produsen batubara tahun ini mengangkat kekayaan bersihnya menjadi $1,6 miliar.

Kenaikan saham baru-baru ini dimulai pada pertengahan 2020 setelah Harum mengakuisisi 3,2% saham di Nickel Mines yang terdaftar di Australia, yang sejak itu meningkat menjadi 6,7%.

Di sisi lain, beberapa penambang batu bara telah melakukan diversifikasi untuk mengantisipasi berkurangnya prospek bahan bakar fosil. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Hendra Sinadia, mengatakan masih terlalu dini untuk menghapus komoditas tersebut.

“Saya memperkirakan permintaan dari pembangkit listrik akan tetap kuat setidaknya dalam empat dekade ke depan mengingat itu masih merupakan bahan bakar yang paling terjangkau untuk listrik,” katanya.

Di tempat lain, saham Bayan Resources naik lebih dari 80% dalam 12 bulan terakhir, menggandakan kekayaan pendiri Low Tuck Kwong menjadi $2,55 miliar. Pendapatan Bayan naik lebih dari 70% dalam sembilan bulan pertama menjadi $1,7 miliar dan Ebitda tumbuh empat kali lipat menjadi $967 juta.

Meski demikian, harga batu bara mengalami penurunan secara signifikan dari puncaknya setelah regulator China menindak taruhan spekulatif di batu bara termal berjangka. Harga batubara Newcastle Australia, patokan global, telah turun 33% dari rekor $259 per ton yang dicapai pada 5 Oktober.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular