31.2 C
Serang
Wednesday, March 3, 2021

Mengenang Kobe Bryant, Legenda di LA Lakers

Meninggalnya Kobe Bryant karena mengalami kecelakaan helikopter, Senin (27/1/2020) dinihari WIB, mengejutkan banyak kalangan. Kepergian pebasket legendaris NBA sekaligus mantan pemain Los Angeles Lakers itu tentu membuat dunia olah raga, khususnya basket, mengalami kehilangan besar.

Kobe, yang meninggal di usia 41 tahun, adalah pebasket dengan torehan prestasi mentereng. Lima gelar juara NBA (2000, 2001, 2002, 2009, 2010), dan dua medali emas Olimpiade (2008 dan 2012) yang diraih bersama tim basket Amerika Serikat, menjadi bukti kebesaran nama pemain yang identik dengan nomor 8 dan 24.

Torehan prestasi lainnya adalah Most Valuable Player (MVP) Final NBA (2009, 2010), MVP NBA (2008), 18 kali masuk NBA All Star (1998, 2000-2016), 4 kali MVP NBA All Star (2002, 2007, 2009, 2011) dan sederet tambahan gelar lainnya. Sepanjang kariernya sampai dengan pensiun pada 2016, Kobe mencetak 33.643 poin, 7.407 rebounds, dan 6.306 asis.

Satu hari sebelum tragedi kecelakaan yang menewaskan Kobe, rekor poinnya dipecahkan LeBron James, yang kini bermain buat Lakers. James mencetak 29 poin kala meladeni Philadelphia 76ers, Minggu (26/1/2020). Total, sepanjang kariernya di NBA, James mencetak 33.655 poin.

Hal itu membuat James berada di bawah raihan Kareem Abdul Jabar (38.387) dan Karl Malone (36.928) yang menjadi pengumpul poin terbanyak di peringkat satu dan dua dalam sejarah NBA. Kebetulan, sama seperti Kobe, Kareem dan Malone pernah memperkuat Lakers. Saat ini, Kobe merupakan pencetak poin terbanyak keempat di bawah Kareem, Malone, dan James.

Secara sportif, Kobe sempat memberikan ucapan selamat kepada James melalui cuitan di twitter. “Lanjutkan untuk terus melaju @KingJames. Respek yang besar untuk saudaraku,” tulis Kobe.

Sebagai klub elite NBA dengan tradisi juara yang kuat (16 kali juara NBA), Lakers memiliki sejumlah pemain hebat. Selain Kareem, Malone, dan James, Lakers juga memiliki Wilt Chamberlain, Magic Johnson, Dennis Rodman, hingga Shaquille O’Neal sebagai pemain yang pernah mempersembahkan gelar juara.

Namun Kobe adalah pemain dengan keistimewaan yang tak dipunyai pemain legenda Lakers lainnya. Kobe adalah one man club. Sepanjang kariernya, selama 20 tahun di kompetisi NBA, Kobe tak pernah memperkuat klub selain Lakers.

Uniknya, Lakers sebetulnya tak langsung mendapatkan Kobe usai ia lulus dari SMA Lower Merion pada tahun 1996. Awalnya Kobe dipilih Charlotte Hornets sebagai pemain dalam draft ke-13. Namun Hornets memutuskan untuk menukar Kobe dengan Vlade Divac.

“Charlotte tak pernah menginginkan saya. Mereka sudah punya sepasang small guard dan small forward saat saya datang. Saya akan lebih banyak menjadi pemain cadangan jika saya bergabung,” kenang Kobe, pada sebuah wawancara di tahun 2015.

Beberapa minggu kemudian, Lakers membuat langkah brilian saat menggaet Shaquille O’Neal, yang berstatus bebas transfer. Kombinasi Kobe-Shaq menjadi satu di antara duet paling fenomenal dalam sejarah NBA.

Kobe dan Shaq mempersembahkan threepeat alias tiga gelar NBA buat Lakers, pada rentang 2000-2002. Gelar tersebut amat berarti buat mereka. Buat Kobe, tiga gelar tersebut menjadi awal dari puncak kariernya di NBA. Sementara itu, bagi Shaq, tiga gelar tersebut mengakhiri penantiannya sebagai centre hebat tapi nihil gelar bersama klub sebelumnya, Orlando Magic.

Saat itu, munculnya Kobe Bryant seakan menjawab pertanyaan penggemar NBA, siapa yang pantas menjadi superstar untuk menggantikan Michael Jordan. Legenda hidup Chicago Bulls tersebut tengah berada dalam kejayaan keduanya setelah sempat pensiun pada periode 1993-1994.

Duet Kobe-Shaq memang belum bisa memutus dominasi Jordan yang meraih threepeat kedua (1996-1998). Namun ketika Jordan memutuskan buat pensiun untuk kali kedua pada 1999, Kobe tak tertahan guna meraih puncak popularitas.

Dengan posisi yang sama, shooting guard, dan style main yang juga kurang lebih sama dengan Jordan, Kobe segera menjadi superstar. Tak hanya jago melakukan shooting di area perimeter dan mencetak tiga poin, Kobe juga piawai meliuk-liuk di bawah ring, melakukan lay-upfade away dan bahkan slam dunk. Sekadar catatan, Kobe meraih gelar juara kontes slam dunk pada All Star Game 1997.

Sinar gemerlap Kobe membuat pemain seangkatan dirinya dan berposisi sebagai guard macam Allen Iverson, Tracy McGrady, dan Vince Carter, kalah berkilau. Kemampuannya di lapangan membuat Kobe menjuluki dirinya sebagai Black Mamba, yang diambil dari nama ular yang punya pergerakan cepat, bertenaga, dan mematikan asal benua Afrika.

Hasil gambar untuk kobe bryant

Namun seperti ujaran yang lazim terdengar, sulit untuk menyatukan dua matahari dalam sebuah tim. Setelah mengantar Lakers meraih threepeat, duet Kobe-Shaq pecah kongsi. Keduanya mulai tak akur dan akhirnya Lakers memutuskan untuk melepas Shaq ke Miami Heat pada 2004.

Meski sempat tak meraih gelar bersama Lakers selama beberapa musim, Kobe membuktikan dirinya masih bisa bangkit dan mengantar Lakers meraih dua gelar juara NBA pada 2009 dan 2010. Setelah itu, secara perlahan sinar Kobe meredup. Pada akhir musim 2016, Kobe memutuskan pensiun.

Guna menghormati jasa dan kesetiaan Kobe, Lakers memutuskan untuk memensiunkan nomor yang pernah dipakai Kobe, yaitu 8 dan 24. Nomor punggung 8 dipakainya di musim 1996-2006, sementara 24 dipakai di musim 2006 hingga ia pensiun di usia 38 tahun pada 2016.[]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,654PengikutMengikuti
32,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru