Penyelidikan kejadian pembakaran kantor manajemen klub PSS Sleman, Omah PSS, oleh orang tak dikenal menemui hambatan. Pihak kepolisian terkendala dalam hal identifikasi pelaku.
Meski begitu, Kapolres Sleman AKBP Wachyu Tri Budi Sulistyono mengatakan, upaya identifikasi pelaku pembakaran telah dilakukan oleh jajarannya. Pihaknya pun coba memelajari rekaman CCTV dan bukti-bukti yang ditemukan di TKP.
“Pelaku ini pakai masker, itu jadi kendala mengidentifikasi. Kami tidak bisa melihat secara full mukanya pelaku. Tapi kami berharap, bisa menggunakan cara lain untuk mengidentifikasi pelaku itu,” ungkap Wachyu, pada Senin (29/11/2021).
Lebih lanjut ia menyebut, petugas telah meminta keterangan dari tiga orang saksi. Ketiganya merupakan orang-orang yang berada di lokasi dan diduga mengetahui kejadian tersebut.
Selain itu, petugas juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi pembakaran. Barang bukti tersebut di antaranya, botol air mineral berisi sisa bensin serta meja dan kursi yang terbakar.
Wachyu mengaku, pihaknya masih belum bisa membeberkan motif tindakan pelaku pembakaran. Dia hanya meminta kepada seluruh pihak untuk saling menahan diri.
“Tidak usah saling menuduh. Biarkan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mencari pelakunya,” ujarnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa seorang yang tidak dikenal telah membakar kantor manajemen PT Putra Sleman Sembada (PSS) di Jalan Raya Randugowang, Tegal Weru, Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peristiwa pembakaran terjadi usai PSS Sleman takluk 0-1 dari Perita Tangerang dalam pekan ke-14 Liga 1 yang berlangsung di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, pada Minggu (28/11/2021).
Peristiwa pembakaran sempat terekam kamera CCTV di lokasi dan rekamannya sempat tersebar di media sosial. Tidak ada satupun korban dilaporkan atas kejadian tersebut.




