More
    BerandaBERITAPemkot Serang Dapat Rapot Merah dari KPK, Begini Tanggapan Inspektorat dan Wakil...

    Pemkot Serang Dapat Rapot Merah dari KPK, Begini Tanggapan Inspektorat dan Wakil Walikota

    SERANG, Sultantv.co – Inspektorat Kota Serang merespon hasil Indeks dan Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2024, yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    Diketahui sebelumnya, KPK menyebut tujuh pemerintah daerah (pemda) di Banten, masuk dalam kategori merah atau rentan terjadinya praktik korupsi. Salah satunya adalah Kota Serang.

    Hal ini diungkapkan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK, Bahtiar Ujang Purnama, saat mengunjungi Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, pada Selasa (13/8/2025) kemarin.

    Kepala Inspektur Kota Serang, Wachyu B. Kristiawan menduga hal itu terjadi adanya anomali atau penyimpangan dari suatu keadaan normal yang diharapkan.

    “Sebab, upaya pencegahannya bagus namun hasil nilai integritasnya kurang bagus. Jadi ada kesalahan di jumlah responden yang mengisi atau terlalu sedikit seperti itu contohnya,” ujar Wahyu, ditemui di Puspemkot Serang, Kamis, 14 Agustus 2025.

    Menurut Wahyu, persoalan ini akan menjadi evaluasi dan diupayakan agar tidak kembali terjadi hal serupa di survei selanjutnya.

    “Nah itu sedang kita upayakan untuk di survei akhir tahun ini, gimana caranya responden itu 2.105 supaya mereka mau mengisi. Ngisinya terserah seperti apa yang mereka rasakan atau alami. Kita gak ada penekanan apapun soal itu, yang penting ketika dapat WA atau email dari akun resmi dari KPK tolong diisi,” paparnya.

    Ia mengatakan, Indeks dan Survei Penilaian Integritas (SPI) ini dilakukan oleh KPK sejak tanggal 1 Agustus sampai 31 Oktober 2025.

    Adapun respondennya terdiri dari tiga jenis. Yaitu internal Pemkot Serang, eksternal yang menerima layanan, dan expert atau yang biasa bekerja sama dengan Pemkot Serang.

    “Nah ini masalah di tahun kemarin itu yang dari internal (Pemkot Serang) terlalu sedikit. Dari 400 responden hanya beberapa saja yang mengisi,” jelas Wahyu.

    “Nah sekarang yang internal itu jumlah respondennya direncanakan tadinya 2.105. Sudah mulai tuh ada beberapa yang sudah mendapatkan WA Blast. Nah itu supaya diisi, jangan didiamkan. Nah itu yang bikin nilai kita rendah seperti itu,” tandasnya.

    Sementara itu, Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia mengaku tak mempermasalahkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) lantaran bukan penilaian yang dilakukan langsung oleh KPK.

    Berbeda dengan Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP), yang dilakukan langsung oleh KPK.

    “Kalau MCSP Kota Serang peringkat dua terbaik. Cuma SPI-nya saja peringkat terakhir. Kalau MSCP itu kan penilaian dari KPK langsung. Sementara kalau SPI itu dari survei,” kata Agis.

    Usai berkoordinasi dengan Inspektorat, Agis mengatakan wajar jika Pemkot Serang menduduki peringkat terakhir karena ada beberapa yang belum mengisi atau menjawab survei tersebut.

    “Makanya nilainya jelek. Tapi kalau penilaian (MCSP) dari KPK, Kota Serang peringkat tiga besar kalau tidak salah dari seluruhnya terbaik. Di atas 90. Aman,” pungkasnya. (Roy)

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -

    Most Popular