SERANG, Sultantv.co – Sekolah Rakyat (SR) Tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Serang masih kekurangan murid baru. Salah satu faktornya adalah minimnya sosialisasi tentang Sekolah Rakyat kepada masyarakat.
Berdasarkan data keterangan yang diperoleh dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Serang, kuota Sekolah Rakyat tingkat SD masih belum terpenuhi. Sedangkan untuk kuota SMA dan bahkan SMP sudah melebihi kuota.
Lantaran masih kekurangan murid, pendaftaran calon siswa baru Sekolah Rakyat tingkat SD pun diperpanjang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Serang, Muhammad Ibra Gholibi mengatakan, jumlah calon siswa SR tingkat SMA dan SMP sudah memenuhi kuota. Namun untuk tingkat SD hingga kini masih kekurangan siswa baru.
“Masih kurang untuk yang SD, kuota kita 50, masih kurang 15. Kalau untuk SMP sudah penuh, untuk SMA sudah penuh kuotanya 19 orang,” ujar Ibra, Kamis, 14 Agustus 2025.
Ia membeberkan, bahwa calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari perwakilan enam kecamatan se-Kota Serang.
“Tersebar ada di Walantaka, ada di Taktakan, semua di Kota Serang ada, semua perwakilan ada, di setiap kecamatan ada,” ungkapnya.
Di Kelurahan Terumbu, Kecamatan Kasemen, kata Ibra, terdapat tujuh calon siswa SR Tingkat SMP.
“Di kampung (Sampang 3) ini ada tujuh orang untuk SMP. Tujuh orang ini layak untuk sekolah di sekolah rakyat. Kondisi rumahnya, kondisi keluarganya, sangat memenuhi kriteria. Dan di sini ada beberapa calon siswa yang putus sekolah sudah satu tahun. Dia lulus SD, sudah satu tahun yang lalu tidak melanjutkan,” bebernya.
“Nah ini alhamdulillah ada kesempatan di sekolah SR ini mereka mau melanjutkan sekolahnya,” imbuh Ibra.
Ibra menjelaskan, salah satu faktor kuota Sekolah Rakyat tingkat SD masih kekurangan murid baru, karena minimnya sosialisasi tentang Sekolah Rakyat kepada masyarakat. Sehingga, tak sedikit warga yang belum paham perihal program pemerintah pusat tersebut.
“Jadi mungkin ada kekhawatiran, karena ini masih di bawah umur untuk sistem boardingnya, diasramanya seperti apa. Jadi mereka mungkin khawatir gitu, jadi belum sepenuhnya mengikhlaskan anaknya untuk sekolah di sekolah rakyat,” jelasnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, terkait anak-anak yang putus sekolah.
Dinsos pun berupaya melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat Kota Serang, agar memahami betul tentang Sekolah Rakyat.
“Iya kita memberikan edukasi, sosialisasi bahwa semua dijamin sekolah ini. Mulai dari pendidikannya, pakaiannya, makanan. Semuanya, buku semua dipenuhi oleh Kementerian Sosial,” terang Ibra.
Perihal khawatir terjadinya tindakan bullying terhadap siswa, ia menjelaskan bahwa di Sekolah Rakyat terdapat wali asuh yang akan mengawasi para peserta didik. Sehingga, pihaknya menjamin hal tersebut tidak akan terjadi.
Adapun untuk pengawasannya, kata Ibra, akan dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.
“Pengawasan ini langsung oleh dari Kementerian Sosial. Kita di Dinsos hanya memberikan data siswa saja sebenarnya. Untuk pelaksananya sepenuhnya oleh Kementerian Sosial. Dan pengawasan juga oleh Kementerian Sosial,” pungkasnya. (Roy)





