More

    Menyibak Peran Kebudayaan Dalam Mendorong Pembangunan

    SERANG – Kepala Balai Pelestarian Wilayah VIII, Lita Rahmiati, mengungkapkan pandangan mengenai kebudayaan yang melampaui sekadar seni tari dan musik. 

    Menurutnya, konsep kebudayaan sejatinya merupakan metode untuk pembangunan secara menyeluruh, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017.

    “Kebudayaan bukanlah hanya objek, tetapi telah menjadi subjek yang memberikan pengaruh pada seluruh aspek kehidupan. Dalam perkembangannya, kebudayaan telah menjadi metode yang sangat terkait dengan pembangunan,” ujar Lita di Studio Sultantv, Kamis (22/2).

    Lita juga menyoroti hubungan antara kebudayaan dengan sektor pekerjaan, seperti pembuatan jembatan dan usaha kecil menengah. 

    Selain itu, ia menekankan bahwa kebudayaan tidak hanya terkait dengan pariwisata, tetapi juga mempengaruhi aspek lain dalam kehidupan masyarakat, termasuk pengembangan anak-anak, kehidupan perekonomian, serta aksesibilitas sarana dan prasarana.

    Dalam konteks Banten, Lita memberikan contoh kebudayaan tenun Baduy yang melibatkan seluruh masyarakat Baduy, bukan hanya penenunnya.

    Proses pembuatan benang, pemilihan bahan baku, hingga pewarna alami menjadi bagian dari kebudayaan tenun tersebut.

    “Penenunnya saja kan tidak, kita akan bicara soal ee masyarakat baduy nya Ya pastinya kita akan bicara soal benangnya, kita akan bicara soal motifnya, kita akan bicara soal ee apa namanya nilai di dalamnya, sampai proses pembuatan benangnya itu dari mana,” ujarnya.

    Lita juga menyoroti pentingnya keberadaan peternak dan penghasil rempah dalam menjaga keberlangsungan kebudayaan, seperti dalam pembuatan makanan tradisional seperti rabek.

    Ia menegaskan bahwa kebudayaan tidak dapat berdiri sendiri dan harus dipandang sebagai sebuah kesatuan yang holistik.

    Menanggapi pertanyaan tentang bagaimana kebudayaan dapat memperkuat identitas nasional, Lita menyatakan bahwa keberadaan budaya merupakan pondasi utama identitas suatu bangsa.

    Melalui warisan budaya dan cagar budaya, identitas suatu daerah atau bangsa dapat diidentifikasi dan dihargai, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

    Dalam era globalisasi, Lita menekankan pentingnya mempertahankan identitas budaya dalam upaya pembangunan nasional, agar masyarakat tetap bangga dengan kebudayaan yang dimiliki.

    Ia menekankan bahwa kebudayaan bukanlah sesuatu yang statis, melainkan harus terus dikembangkan dan diapresiasi oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. (Fik)

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    42,200PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru