28.6 C
Serang
Thursday, December 9, 2021
spot_img

Mahasiswa, Budaya Pop, dan Pusara Hedonisme

“Bergembiralah Engkau Hari Ini, Puaskanlah Nafsumu, Karena Besok Engkau Akan Mati.” Paham ini berasal dari kalangan orang-orang yang senang akan budaya hedonisme yang mereka jalani.

Hedonisme adalah pandangan hidup seeorang yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup baginya. Mereka akan bersenang-senang, berpesta, dan pelesiran ialah tujuan utama hidup. Mereka tak akan peduli pandangan orang lain, entah itu menyenangkan atau tidak mereka hanya memikirkan dirinya sendiri.

Gaya hidup hedonisme sangat rentan terjadi pada remaja dewasa, ini disebabkan kalangan ini akan sangat antusias terhadap hal-hal baru, pada masa remaja dewasa cenderung akan memilih hidup enak, mewah, dan serba berkecukupan tanpa harus bekerja keras.

Daya pikat mereka akan sangat luar biasa jika hedonisme mulai masuk ke dalam kehidupan mereka.

Mereka akan hidup menyesuaikan tren dan zaman saat ini, mulai dari gadget, pakaian, dan riasan harus serba mengikuti mode. Bagi golongan the have, tidaklah sulit untuk memenuhi standar kriteria atau bahkan lebih dari itu.

Gaya hedonisme ini juga marak di kalangan mahasiswa, karena notabennya mereka sedang berada di masa remaja yang sedang mencari tahu siapa dirinya. Dan gaya hedonisme di kalangan mahasiswa bisa dilihat dari banyaknya mereka menghabiskan waktu di luar seperti nongkrong di cafe-cafe, senang membeli barang-barang berharga, mahal, dan berlomba-lomba untuk mengikuti trend gaya hidup terbaru.

Hedonisme ini juga sangat mempengaruhi mahasiswa di kampus, yang mana berpengaruh pada kehidupan sosial. Seperti lahirnya korupsi berawal dari hedonisme di kampus yang mengarahkan pada kaum elite.

Gaya hidup seperti ini akan menimbulkan kesenjangan sosial, di mana yang kaya bergabung dengan yang kaya dan yang ekonomi menengah akan dijauhi. Pengaruh gaya hedonisme ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:

Kurangnya pengawasan orang tua dan meluasnya circle pertemanan dengan masyarakat perkotaan, membuat budaya hedon ini mudah diterima mahasiswa yang berasal dari desa.

Pola hidup dan tingkah laku mereka akan mudah terjerumus dalam budaya hedonisme, mereka akan lebih sering belanja, atau nongkrong di cafe, konten instagram story, dan tanpa disadari budaya hedonisme ini telah tertanam pada setiap individu.


Banyak dari mereka yang sering menunda tugas dengan alasan lupa, padahal mahasiswa ini malas karena sering aktifitas di luar yang tidak bermanfaat, seharusnya sebagai mahasiswa kita harus bisa membagi waktu dengan baik dan jangan membuang waktu hanya untuk main-main saja.

Untuk menghindari diri dari budaya hedonisme, tentunya mahasiswa harus pandai dalam memilih skala prioritas, mana yang diprioritaskan terlebih dahulu serta jangan mendahulukan sesuatu yang sekiranya kurang penting. Pandai dalam memilih teman merupakan hal utama yang mempengaruhi diri kita.

Banyak dari mahasiswa berteman dengan menyudutkan pandangan kepada orang-orang yang fashionable, instagramable, bahkan orang-orang yang sadar merek. Pilihlah teman sesuai kebutuhanmu bukan sesuai keinginanmu.

Belakangan ini mahasiswa telah terkena budaya hedonisme, harusnya mahasiswa belajar menuntut ilmu tapi mereka malah mencari kesenangan dan kenikmatan dengan bergaya mewah dan membangun kebiasan buruk. Di mana mereka mementingkan gaya (fashionable). Hiduplah dengan sederhana, karna kesederhanaan adalah kunci dari kebahagiaan. [Nada]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
17,153PengikutMengikuti
34,900PelangganBerlangganan
spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru