KRB Gelar Diskusi Soal Perlindungan Anak Saat Covid-19, LPA Banten: Anak Belum Jadi Prioritas

Komunitas Relawan Banten (KRB) berkolaborasi dengan Criminal Law Students Assosiatition (CLSA) UNTIRTA dan kelompok KKM 89 UNTIRTA menggelar diskusi publik yang bertemakan “Perlindungan Anak Pada Saat Bencana dan Covid-19” di padepokan kopi Kaloran, Serang Banten Selasa kemarin (15/09/20).

M. Uut Lutfi, S.H., M.H. selaku Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Banten yang saat itu menjadi salah satu narasumber di acara tersebut mengatakan bahwa dirinya merasa khawatir akan kondisi saat ini mengenai anak yang belum menjadi prioritas pemerintah dalam penanagnan bencana terutama saat Covid-19 ini.

“Anak ini tidak menjadi prioritas bagi pemerintah, seolah olah anak ini menjadi kebal terhadap covid, seolah olah anak itu kuat imunnya, tetapi berapa ribu anak yang terpapat covid?”

Acara yang dipandu oleh Rizal Hakiki perwakila KRB itu juga dihadiri oleh 3 narasumber lainnya yang masing-masing berbeda latar belakang yakni Drs. M. Juhriyadi Map, Sebagai Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (KPB BPBD) Provinsi Banten, Aliyth Prakarsa, S.H, M.H, sebagai Founder KRB dan terakhir Dandi Firman Dani Ketua Cabang Serang Kumpulan Mahasiswa Cibaliung (KUMAUNG).

Dalam kesempatan tersebut Alyth selaku bagian dari penyelenggara kegiatan mengkritik pemerintah yang harus menyediakan fasilitas kesehatan seperti masker, handsanitizer serta multivitamin untuk menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat saat pandemi menerpa.

“Kritik saya tentang pentingnya kewajiban pemerintah untuk menyediakan kebutuhan masker, multivitamnin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan handsanitizer untuk semua keluarga. Tidak hanya pada saat kegiatan tertentu saja,” kata Alyth.

Selaras dengan apa yang dikatakan oleh pak aliyth prakarsa, Dandi Firman Dani Ketua Cabang Serang Kumpulan Mahasiswa Cibaliung (KUMAUNG) menuturkan bahwa ketika bencana tsunami menerjang kawasan pesisir Pandeglang Desember 2018 lalu dirinya menganggap peran pemerintah kurang optimal dalam upaya membangun kembali lingkungan yang terkena dampak bencana itu.

Selain keempat narasumber di atas, acara ini juga dihadiri oleh Magdalena selaku perwakilan duta anak kota serang yang menyampaikan harapan dan pesan-pesannya kepada pemerintah untuk lebih memprioritaskan perlindungan terhadap anak-anak disaat bencana dan covid-19. (AM/Red)

(Visited 14 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.