20 Tahun, Banten Belum Seperti yang Diharapkan

Pada 4 Oktober ini Banten berusia 20 tahun. Di mata para pendiri Banten, pada usia ini Banten belum seperti yang diharapkan.Drs HM Aly Yahya, pemerakarsa dan penggagas usul inisiatif DPR RI tetang RUU pembentukan Provinsi Banten mengatakan, indikator Banten belum seperti yang diharapkan karena Banten sebagai kota bandar belum terbentuk. Kesejahteran dan partisipasi masyarakat pun belum terlibat.

“Alasan Banten dibentuk sebagai provinsi, untuk mendekatkanpusat pemerintahan dengan masyarakat, mengembalikn Banten tempo dulu sebagai kota bandar, menindaklanjuti atau merespons semangat refosmrasi, dan semangat daeraha membangun bukan membangun daerah,” kata Aly Yahya saat menjaadi pembicara Special Talkshow di Sultan TV, Sabtu (3/10/2020).

Untuk menjadi kota bandar internasional kata dia, banyak hal yang harus diselesaikan. Dan para stake holder di daerah pun harus proaktif kepada pemerintah pusat.

Udin Saparudin, tokoh muda Banten GPRI menjelaskan, alasan Banten dibentuk supaya sejahtera dan berkeadilan. Banten punya potensi besar dari sisi sumber daya manusia dan alam. Banten juga punya karakteristik berbeda. “Pada masa itu, Banten jauh dari harapan. Masih dimarjinalkan. Jauh tertinggal. Pemekaran dari Jawa Barata adalah harapan bersama. Perjuangan ini bukan semata-mata hasil hadiah pemerintah pusat tapi betul-betul perjuangan bersama melalui proses yang tidak kenal menyerah. Nah, jangan sampai orang-orang Banten jadi tamu di negeri sendiri,” tukas Udin yang juga menjadi pembicara di Special Talkshow.

Hal yang menjadi konsen hari ini, kata Udin, Banten harus bisa memberikan kesempatan dan ruang untuk orang-orang Banten. Ini yang masih dipertanyakan.“Pendidikan juga tidak kalah penting, baik formal dan informal. Termasuk pondok pesantren. Ini kearifan lokal di Banten, harus diberi kesempatan karena sama-sama mencerdaskan bangsa,” jelasnya.

Drs. HM Irsyad Juwaili, Ketua Pokja Pembentukan Provinsi Banten, keberhasilan Banten menjadi provinsi butuh proses panjang. “Pajak Banten ke Jawa Barat saat itu sangat banyak. Namun masyarakat belum menikmati hasilnya. Walaupun sempat gagal dan tidak disetujui pemerintah daerah untuk memisahkan diri menjaid provinsi, namun akhirnya disetujui pusat. Semangat inilah yang harus dijaga,” kata dia.[sultantv]

(Visited 6 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.