SERANG – Penjabat (Pj) Gubernur Banten melakukan ziarah di Kompleks Pemakaman Kesultanan Banten, Kawasan Banten Lama, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (3/10/2022). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari acara HUT ke-22 Provinsi Banten.
Al Muktabar mengatakan, pihaknya melakukan ziarah dalam rangka bermunajat agar mendapat kemudahan dalam segala urusan, khususnya dalam upaya pembangunan Provinsi Banten.
“Makna yang paling mendasar kita menjalankan (ziarah) ini adalah kita bermunajat kehadirat Allah SWT, dimudahkan segala urusan kita bagi membangun Banten,” kata Al Muktabar.
Pada kegiatan itu, salah satu makam yang diziarahi oleh Al Muktabar yakni makam Sultan Maulana Hasanuddin. Ia mengungkapkan, pendiri Kesultanan Banten itu merupakan sosok teladan dalam membangun peradaban di tanah jawara.
Menurut Al, daya juang Sultan Maulana Hasanuddin mampu membuat Banten menjadi salah satu pusat peradaban yang mendunia. Sehingga, ia menambahkan, perjuangan tersebut harus dijaga dan dipertahankan oleh para penerusnya.
“Prinsip-prinsip global itu relevan dengan prinsip-prinsip pembangunan saat ini. Sultan Maulana Hasanuddin telah merintis itu dengan hubungan yang baik di pergaulan dunia. Ini menjadi bekal dan inspirasi kita dalam membangun Banten,” imbuhnya.

Selain ziarah, Al Muktabar juga menyempatkan diri untuk mengunjungi kediaman Ketua Umum Badan Kenadziran Kesultanan Banten, KH. Tb. Ahmad Syadzili Wase. Hal itu dilakukan untuk menjalin silaturahmi dengan para kesepuhan di Banten.
Pada kesempatan itu, Badan Kenadziran Kesultanan Banten mengucapkan selamat ulang tahun ke-22 Provinsi Banten. Mewakili Ketua Umum, Tb. M. Hasan Fuad selaku Sekretaris Jenderal Dewan Pembina berharap, ke depannya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dapat semakin memberikan perhatian kepada masyarakatnya.
“Semoga di usia ke-22 ini [Banten] makin dewasa dan makin mampu melihat situasi dengan penuh kepedulian dan perhatian, terutama kepada masyarakatnya,” harapnya.
Sementara, Ketua Advokasi Badan Kenadziran Kesultanan Banten, Tb. Amri Wardhana menyampaikan, perhatian Pemprov Banten kepada masyarakat sangat dibutuhkan. Terlebih, efek domino dari pembangunan di Banten harus dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.
Dia pun menyoroti hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut Banten sebagai provinsi paling tidak bahagia. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran masih banyaknya masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.
“Efek domino dari pembangunan itu harus dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, tidak hanya masyarakat menengah ke atas. Sehingga nanti, hasil survei itu bisa berubah,” pungkasnya.



