23.7 C
Serang
Friday, January 21, 2022
spot_img

World Vegan Day, 4 Mitos Vegan yang Harus Diketahui

World Vegan Day atau Hari Vegan Sedunia diperingati pada 1 November setiap tahunnya. Perayaan Hari Vegan Sedunia pertama kali diresmikan pada 1944.

Vegan Society merupakan komunitas pencetus vegan yang pertama kali muncul di Inggris. Komunitas ini dibentuk oleh Donald Watson, advokat hak-hak hewan di Inggris.

Meskipun awalnya penentuan hari Vegan ini ada di Inggris, namun budaya atau tren Vegan mulai diikuti oleh beberapa orang di berbagai negara, tak terkecuali Indonesia.

Menjadi vegan dan vegetarian kini makin populer. Tetapi masih banyak hal yang belum dipahami orang-orang mengenai vegan atau vegetarian. Sehingga, anggapan atau mitos yang tak jelas kebenarannya banyak bermunculan.

Berikut, beberapa mitos dan salah kaprah tentang vegan dan vegetarian yang terlanjur dipercaya:

Jaminan Sehat

Menganut pola makan vegetarian maupun vegan dianggap lebih sehat karena memilih tidak makan daging sering diidentikkan dengan pilihan hidup yang lebih sehat. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

Tidak semua orang cocok atau bisa menerapkan pola makan vegan atau vegetarian. Terlebih, bila bahan makanan yang dikonsumsi tidak dicuci atau diolah dengan benar, para vegan dan vegetarian tentu bisa jatuh sakit.

Ampuh Menurunkan Berat Badan

Dengan tetap mengonsumsi produk hewani, seseorang tetap bisa menurunkan berat badan. Sebab, penurunan berat badan lebih mengarah pada pola makan yang sehat, bukan dengan menghindari daging atau produk hewani lainnya.

Bahkan, menurut jurnal BMJ Open Diabetes Research and Care ditemukan bahwa pasien diabetes yang melakukan diet sayuran mengalami peningkatan berat badan.

Sebabkan Defisiensi

Para vegan dan vegetarian tetap dapat membangun otot yang padat dan besar dengan memenuhi kebutuhan protein hariannya lewat berbagai produk dari tanaman.

Sebab, protein tidak hanya didapat dari produk hewani. Kacang-kacangan, biji-bijian, tahu, tempe, spirulina, dan sebagainya memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.

Begitupun dengan Vitamin B12 yang paling banyak didapat dari daging, seperti daging sapi, untuk membantu memperbaiki DNA dan sel darah merah.

Ada alternatif lain untuk para vegan atau vegetarian, yaitu dari telur dan produk olahan susu untuk para vegetarian. Untuk para vegan, vitamin B12 juga bisa didapat dari tahu, sereal, atau dari suplemen.

Vegan atau Vegetarian yang Hamil Butuh Nutrisi dari Daging

Ibu hamil memang membutuhkan asupan nutrisi yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan gizi diri dan janinnya. Namun, bukan berarti mereka yang vegan atau vegetarian harus merelakan pola makannya selama ini.

Penelitian berjudul ‘The Effects of Vegetarian and Vegan Diet during Pregnancy on the Health of Mothers and Offspring’ dalam jurnal Nutrients tahun 2019, mengatakan bahwa pola makan plant-based tersebut aman untuk kehamilan. Namun, perlu pengawasan ketat untuk keseimbangan nutrisinya.

Perlu dipahami, tidak menjadi vegan atau vegetarian bukan berarti tidak sehat. Yang terpenting adalah menerapkan pola makan bergizi seimbang agar kebutuhan nutrisi harian selalu tercukupi. Lalu, diimbau juga untuk imbanginya dengan olahraga teratur, tidur cukup, dan mampu mengelola stres dengan baik.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
16,400PengikutMengikuti
35,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru