23.7 C
Serang
Friday, January 21, 2022
spot_img

Mengenal Aritmia, ‘Hantu’ Pemain Bola yang Sebabkan Kematian

Sergio Aguero dilarikan ke rumah sakit usai sesak napas di tengah permainan. Saat itu, Barcelona sedang menghadapi Deportivo Alaves dalam lanjutan kompetisi Liga Spanyol di Camp Nou, pada Minggu (31/10/2021) dini hari.

Dikabarkan, Aguero mengalami gangguan denyut jantung. Dan menurut SPORT, ia didiagnosa mengalami masalah denyut jantung dengan istilah kesehatannya aritmia jantung atau gangguan irama jantung.

Atlet profesional berisiko terkena aritmia fatal. Menurut Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Dr. Muhammad Yamin, Sp.JP(K), FACC, FSCAI, aritmia fatal lebih mungkin menjadi penyebab kematian mendadak pada atlet profesional.

“Latihan fisik atlet profesional dapat menyebabkan penebalan bilik jantung, atau juga bisa memang sudah faktor genetik,” ujar Dr. Muhammad Yamin, melansir dari Liputan6.com.

Aritmia sebetulnya normal terjadi pada kondisi jantung yang sehat. Namun bila terjadi terus menerus atau berulang, aritmia bisa menandakan adanya masalah pada organ jantung.

Melansir dari alodokter.com, ada beberapa jenis aritmia yang paling sering dijumpai, yaitu:
• Atrial fibrilasi, yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur.
• AV blok, yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat.
• Supraventrikular takikardi, yaitu kondisi ketika denyut jantung terlalu cepat.
• Ventrikel ekstra sistol, yaitu kondisi ketika ada denyutan lain di luar denyut
• Ventrikel fibrilasi, yaitu kondisi ketika jantung hanya bergetar.

Aritmia biasanya terjadi tanpa menimbulkan gejala, sehingga penderita terkadang tidak menyadarinya. Namun, beberapa gejala aritmia yang dapat muncul adalah jantung berdetak lebih cepat dari normal (takikardia), jantung berdetak lebih lambat dari normal (bradikardia), pusing, pingsan, cepat lelah, sesak napas, dan nyeri dada.

Perlu diketahui pula, seseorang yang mengalami gejala-gejala tersebut belum tentu mengalami aritmia. Maka dari itu, diperlukan pemeriksaan oleh dokter untuk mengetahui apa yang memicu gejala tersebut.

Secara umum, aritmia terjadi ketika impuls listrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Kondisi tersebut dapat disebabkan sejumlah kondisi, seperti konsumsi obat pilek atau obat alergi, Sleep Apnea, Hipertensi, Diabetes, gangguan elektrolit, gangguan tiroid, kelainan katup jantung, penyakit jantung bawaan, penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan Kardiomiopati.

Banyak faktor yang menyebabkan aritmia. Maka dari itu, pencegahannya tergantung pada penyebab aritmia tersebut. Artimia, secara umum, dapat dicegah dengan menjaga kesehatan jantung.

Upaya yang bisa dilakukan, di antaranya berhenti merokok, mengonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan ideal, berolahraga secara teratur, membatasi konsumsi minuman beralkohol dan bersoda, dan menghindari konsumsi obat tanpa petunjuk dokter.

Penderita penyakit jantung perlu melakukan kontrol rutin ke dokter agar kondisi penyakitnya tidak semakin memburuk dan menimbulkan aritmia. Penderita juga perlu mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter dan segera ke dokter begitu gejala memburuk.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
16,400PengikutMengikuti
35,100PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru