27.9 C
Serang
Monday, January 25, 2021

Warga Tolak Tambang Pasir Laut di Perairan Lebak Selatan

Aktivitas penambangan mineral oleh PT GMC (Graha Makmur Coalindo) di perairan  Kecamatan Bayah, Panggarangan, dan Cihara Kabupaten Lebak, Banten dinilai berpotensi rugikan nelayan dan masyarakat pesisir. Hal ini disampaikan Yoga Gunawan (30) aktivis Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Menurut Yoga, dengan adanya penambangan pasir di perairan laut Bayah dapat menyebabkan menurunnya atau bahkan hilangnya ikan di zona tangkap nelayan tradisional. Selain itu kegiatan penambangan bukan nelayan saja yang akan dirugikan, tetapi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai akan terkena dampaknya.

“Kami menolak rencana perusahaan yang akan menyedot pasir di kawasan perairan Bayah dan sekitarnya, karena kawasan tersebut merupakan tempat nelayan tradisional mengambil ikan,” ujar Yoga, Kamis (26/11/2020).

Dampak negatif jika aktivitas penambangan mineral ini terus dilanjutkan, di antaranya berpotensi menurunkan kualitas lingkungan perairan laut dan pesisir pantai,  meningkatnya pencemaran pantai, air laut semakin keruh, merusak ekosistem terumbu karang sehingga wilayah pemijahan ikan akan rusak serta berpotensi meningkatkan intensitas banjir rob dan semakin tingginya energi gelombang  yang menerjang pesisir pantai atau laut.

“Aktivitas penambangan pasir di perairan Lebak Selatan dikhawatirkan dapat memicu bencana karena laut selatan itu terdapat patahan,” imbuh Henriana Hatra, aktivis Jaringan Masyarakat Peduli Bayah (JMPB).

Henri melanjutkan, penambangan pasir diperairan bertentangan dengan undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Pada Pasal 35 ayat 1 lanjut Henri, tertulis larang melakukan penambangan pasir pada wilayah yang apabila secara teknis, ekologis, sosial, dan/atau budaya menimbulkan kerusakan lingkungan dan/atau pencemaran lingkungan dan/atau merugikan masyarakat sekitarnya. Selain itu penambangan pasir melanggar Pasal 109 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Apakah perusahaan atau pemerintah sudah melakukan mitigasi bencana kaitannya dengan terdapat sesar aktif Cimandiri? Kami mendesak Pemda Lebak untuk segera mengeluarkan Perda Mitigasi Bencana,” imbuh Henri.

Selain itu Henri menegaskan Pemerintah harus mengkaji ulang izin yang diberikan kepada PT GMC (Graha Makmur Coalindo) untuk melakukan penambangan pasir di pesisir pantai Bayah dan sekitarnya. (sultantv-02)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,619PengikutMengikuti
23,150PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru