Tingkatkan Kualitas Data Pariwisata Daerah, Simparda Banten Dievaluasi

Guna meningkatkan kualitas data pariwisata daerah di setiap kabupaten/kota secara berkala, Sistem Manajemen Pariwisata Daerah (Simparda) Provinsi Banten kembali dievaluasi melalui pematangan data yang dilakukan oleh para pengumpul data terkait kunjungan wisatawan ke setiap destinasi.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati menjelaskan, untuk memberikan informasi yang real time, valid dan Up to Date, Simparda terus diperbaharui secara berkelanjutan dengan melibatkan SDM yang mumpuni. Selain itu, konsultan yang dihadirkan dalam setiap forum evaluasi Simparda daerah maupun provinsi bisa memberikan peningkatan kualifikasi bagi penginput data.

“Evaluasi ini menjadi bahan ukur peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Banten, dengan melihat data yang sudah terhimpun di Simparda akan di preview baik dari sisi pembenahan maupun permasalahan yang ada di lapangan saat tim melakukan pendataan sehingga bisa dicarikan solusinya,” katanya.

Dijelaskan Eneng, kebijakan Pemprov Banten saat ini sedang merencanakan pembuatan One Big Data yang dapat menampung inovasi-inovasi daerah melalui sistem tepat guna sehingga kedepannya diharapkan bisa membuka peluang untuk Simparda membangun networking yang lebih luas.

“Melalui forum ini tentu harus dipikirkan apa yang perlu dibenahi kedepannya. Selain itu, untuk membangun jejaring di lapangan, para pengumpul data Simparda juga senantiasa bersinergi degan unsur Pentahelix (Akademik, Bisnis. Pemerintah, Komunitas dan Media),” jelas Eneng.

Sementara itu, Konsultan Simparda  Banten Ibrahim mengatakan, pihaknya akan terus memberikan informasi yang mendalam untuk memudahkan para pengumpul data dalam menginput informasi ke Simparda.  Salah satunya tentang penjelasan arsitektur integrasi Simparda Banten yang berkaitan dengan basis data yang dimana semua data numerik maupun karakter tersimpan di warehouse yang wajib diketahui oleh para pemegang akun.

“Untuk penginputan data agar lebih efektif dan tidak mengulang, pengguna harus memastikan terlebih dahulu data mastering sebelum melakukan updating.  Kami juga menyarankan bagi daerah yang sudah memiliki sistem yang sama bisa langsung disinkronkan dengan Simparda agar tidak kerja dua kali sehingga akan lebih memudahkan dengan satu jalur,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga memaparkan tentang rencana penyusunan Pariwisata Banten Dalam Angka bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang dalam hal ini akan merangkum semua data statistik pariwisata Banten.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Banten Jaih Ibrahim menjelaskan, penyusunan buku statistik tersebut akan melibatkan peran aktif dari instansi serta stakeholder pariwisata di kabupaten/kota untuk melaporkan jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten kota secara konsisten.

“Kita dari BPS akan membuat kerangka, metodologi dan pengungmpulan data dengan melakukan kunjungan kesetiap kabupatan/kota. Output pariwisata seperti ini wajib dilakukan mengingat sebagai kebutuhan dari informasi daerah itu sendiri,” katanya.

Ia menambahkan, kedepannya akan ada pembinaan bagi para petugas data lapangan dengan memberikan pemahaman ataupun informasi tools yang bisa dipakai dengan mudah. []

(Visited 14 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.