Terlalu Sibuk Bekerja, Waspadai Akibat yang Ditimbulkan

Terlalu sibuk bekerja atau biasa disebut sebagai workholic (gila kerja) merupakan sebuah kondisi yang terdiri atas keinginan dan keterlibatan kerja yang tinggi, tetapi tidak menikmati pekerjaannya. 

Biasanya, orang-orang seperti ini lebih sering memikirkan pekerjaannya dibandingkan aspek kehidupan yang lain. Orang yang gila kerja lebih memprioritaskan pekerjaannya dibandingkan yang lain sehingga ada beberapa hal yang terpengaruh oleh kondisi tersebut, seperti: 

1. Merusak hubungan

sakit kronis memengaruhi hubungan

Tidak hanya hubungan romantis, terlalu sibuk bekerja juga akan membawa akibat pada terpengauhnya hubungan Ada dengan orang terdekat lainnya, seperti keluarga dan sahabat. 

Misalnya, Anda lebih sering memprioritaskan pekerjaan dibandingkan menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan pasangan di akhir pekan. Akibatnya, tidak jarang hal tersebut membuat Anda tidak terlalu terlibat dalam pengambilan keputusan atau setidaknya kabar-kabar terkini mengenai mereka. 

2. Tidak pernah merasa puas

hidup dan kerja seimbang

Selain hubungan dengan orang terdekat yang perlahan-lahan mulai renggang, mereka yang terlalu senang bekerja juga akan merasa kurang puas atas pencapaian, sehingga terus mencari kepuasan tersebut dengan menambah kesibukan bekerja. Akibatnya, mereka lebih cepat merasa lelah. 

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari Jepang yang dilansir dalam jurnal Industrial Health tentang efek gila kerja terhadap kesejahteraan karyawan.

Di dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa pekerja yang lebih fokus terhadap pekerjaan mereka, cenderung lebih mudah lelah secara emosional.

Selain itu, orang yang sibuk bekerja cenderung menetapkan standar tinggi, mereka lebih sering mengganggap orang lain di bawah mereka. Akibatnya, mereka jarang sekali puas terhadap pekerjaan diri sendiri dan orang lain. 

3. Meningkatkan risiko gangguan kecemasan

stres bekerja

Bagi beberapa orang yang terlalu sibuk bekerja, hal tersebut ternyata memiliki dampak yang cukup besar terhadap kesehatan mental mereka. Masalah tersebut meliputi depresi, gagguan kecemasan, dan OCD (Obsessive Compulsive Disorder). 

Seperti yang dikutip dari laman Web MD, terdapat studi yang melibatkan 16.500 pekerja dan 8% dari mereka termasuk dalam kategori workaholic. Sepertiga di antaranya lebih berisiko terkena ADHD dan 26% dari mereka menunjukkan tanda-tanda OCD. 

Walaupun demikian, belum ada penelitian yang benar-benar membahas hal apa yang membuat kondisi sibuk bekerja dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang.

Ada kalanya gangguan mental tersebut mungkin juga diakibatkan oleh faktor genetik, sehingga menyibukkan diri dalam pekerjaan mereka menjadi faktor yang mendukung/memicu. 

Dampak psikologis akibat terlalu sibuk bekerja tentu dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Tidak menemukan inner-circle yang dapat diajak bercerita dapat berujung pada penyakit mental yang cukup serius.

Jika Anda atau orang terdekat Anda termasuk sebagai orang yang gila bekerja, cobalah untuk mendatangi ahlinya (psikiater atau psikolog) atau mencari bantuan agar tidak merusak hidup Anda atau mereka.[] 

(Visited 4 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.