Tb Hasanudin: Bela Negara Bukan Hanya Baris-berbaris

Pada event Nusantara Berkisah yang dihelat di kampus Universitas Indonesia, Depok, pada Rabu (30/9/2020) malam, Tb Hasanudin mengatakan, bela negara bukan hanya baris-berbaris. Anggota komisi 1 DPR RI ini mengungkapkan, bela negara juga termasuk dalam mencintai seni.

“Supaya tidak tergeser oleh seni-seni lain, terutama seni asing yang tidak cocok dengan kepribadian bangsa,” jelasnya pada acara yang dihelat Makara Art Center Universitas Indonesia (MAC-UI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini.

Seni termasuk beladiri yang berisi silat dan sebagainya, justru mengasah keterampilan. Dan ini bisa menjadi upaya bagian dari bela negara.

Tb Hasanudin

Kebudayaan pun memiliki peran penting bagi pertahanan naasional. Tb Hasanudin bercerita, punya pengalaman khusus ketika menjadi pengaawal Gusdur. Suatu saat ia diminta untuk mengundang kelompok etnis Tionghoa untuk mempertunjukkan dan mendiskusikan seni barongsai.

“Rupanya, masing-masing etnis, memiliki barongsai berbeda. Mulai dari mata sampai warna bulu kuduk berbeda. Kemudian dicari sebuah solusi bagaimana menciptakan barongsai nasional Indonesia. Di sinilah, saya baru paham betul maksud dari Gusdur mengundang barongsai ke istana,” jelasnya pada acara yang dipandu Ngatawi Al-Zastrow dan Trie Utami ini.

Diundangnya kelompok Tionghoa ini ke istana, menurut dia, sekaligus merobohkan dominasi pluralisme yang selama ini teercipta.

Menurut dia, seni selembut apapun adalah bagian dari milik nasional. “Berarti mereka yang mencintai seni juga mencintai republik ini,” jelasnya.

Tb Hasanudin yang mengaku lahir dan besar di pedesaan dengan tradisi dan keagamaaan yang maasih kuat, diajarkan sang ayah, sebagai lelaki dewasa harus rajin salat dan pintar silat. Ini adalah dua hal yang diakuinya susah diterapkan pada generasi saat ini.

“Ini indah sekali. Mengapa situasi ini tidak kembali di masa ini,” jelasnya.

Seni lokal yang punya makna sangat tinggi harus rajin diperkenalkan pada masyarakat dan generasi masa kini. Kebijakan untuk kebudayaan pun dianggap penting dihadirkan untuk mendukung. Selanjutnya memberikan ruang kepada maasyarakat untuk berkarya.  

“Peran pemerintah daerah sangat strategis dan pemertintah daerah punya nilai tambah untuk menarik turis. Dengan ada kegiatan-kegiatan, bisa menarik turis ke suatu daerah. Yakni menghadirkan pagelaran yang bisa ditonton. Ini bisa menjadi sesuatu yang menghasilkan bagi seniman di daerah,” kata dia.

Tb Hasanudin menghimbau kepada tokoh masyarakat untuk masuk dan terjun bersama-sama dalam memperkuat pertahanan masyarakat. Ia juga menghimbau untuk memningkatkan skill budaya.

“Kita kan punya sekolah tinggi seni, ada institut seni budaya, ada sekolah tari. Itu bisa katakanlah bersama-sama untuk meningkatkan itu. Tapi harus ada aturan perundang-undangan secara detil. Ada upaya-upaya untuk mengangkat harkat dan martabat kepentingan masyarakat. Harus riil jangan hanya teks himbauan,” tukasnya.[sultantv]

(Visited 8 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.