CILEGON – Rasa cinta yang begitu dahsyat, yang begitu dalam, mampu meluluhlantakan keegoisan dan gengsi seorang perempuan terhadap laki-laki atau pun sebaliknya, dari seorang laki-laki terhadap perempuan.
Pun begitu dengan laki-laki bernama Tb Suhel Sambas salah satu peserta yang berasal dari Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Tidak tanggung-tanggung, ketika ditanya sultantv motivasi apa yang membuatnya datang dan tiba pada perhelatan muktamar ke-10 Al-Khairiyah.
“Rasa cinta dan bangga saya terhadap Al-Khairiyah yang membuat saya datang kesini,” kata laki-laki paruh baya ini dengan lantang.
Lantaran rasa cinta dan bangganya itulah, sejumlah harapan ia sampaikan pada muktamar tersebut.
“Saya berharap, melalui muktamar ini, Al-Khairiyah lebih terbuka lagi dalam bersinergi,” harap laki-laki yang masih keturunan Banten ini lantaran ada nama gelar Tubagus (Tb) di depan namanya.
Tidak hanya itu, melalui muktamar tersebut,sesuai hasil pleno, Al-Khairiyah harus bisa lebih terbuka terhadap semua golongan dan bisa memberikan kebijakan yang strategis kepada pemerintah seperti halnya organisasi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).
“Kalau bisa seperti itu. Bisa sejajar dengan Muhammadiyah dan NU. Bisa menjadi rujukan dalam menentukan kebijakan pemerintahan dalam leven nasional terutama pada bidang yang sudah menjadi fokus agenda Al-Khairiyah yaitu pendidikan, dakwah, dan sosial,” tandasnya. (mam)





