Arab Saudi yang dikenal mancanegara sangat konservatif terkait keislaman, kini berangsung-angsur lebih modern dan terbuka, hal ini dipengaruhi adanya modernisasi dan kebebasan berpendapat sehingga adanya kelonggaran pada beberapa stasus sosial.
Terbaru perempuan di Arab Saudi dapat mengenakan bikini saat mengunjungi pantai, tak terkecuali di pantai sekitar Kota Jeddah. bahkan saat ini perempuan dan laki laki dapat berbaur menikmati wisata pantai.
Kini pasangan di Arab Saudi dapat dengan mudah menikmati keindahan pantai bersama, tak hanya iyu mereka bahkan dapat berdansa dipesisir pantai dengan diiringi oleh dentuman musik yang begitu keras. Hal ini dikemukakan oleh Asma yang berkunjung ke tempat tersebut harus membayar tiket masuk sebesar 300 riyal Saudi atau sekitar Rp 1,1 juta (asumsi Rp 3,772/riyal).
“Saya senang bahwa saya sekarang bisa datang ke pantai terdekat untuk menikmati waktu saya. Ini adalah lambang kesenangan … itu adalah impian kami untuk datang ke sini dan menghabiskan akhir pekan yang indah,” katanya dilansir dari CNBC Indonesia.Tak hanya itu kini pengunjung dapat dengan bebas meroko bahkan berpelukan dengan pasangannya sambil menikmati matahari terbenam.
Mungkin di berbagai negara hal ini suatu hal yang sudah biasa, tetapi berbeda dengan Arab Saudi yang dikenal dengan Situs Suci Islam dan Wahhabisme yang kuat.
Sebelumnya Saudi ialah kerajaan Islam sangat mengatur banyak hal, hingga persoalan privasi seperti pakaian individu, terutama kepada kaum perempuan. Bahkan pemutaran musik di tempat umum sempat dilarang hingga tahun 2017 dan pantai biasanya masih dipisahkan antara pria dan wanita. Dan perempuan pun baru mendapatkan izin mengemudi sekitar 2018. Namun larangan konsumsi alkohol masih berlaku meskipun paangan asing yang belum menikah kini sudah diizinkan untuk menginap dalam satu kamar. (nad)


