More

    Satgas Pangan Polri Gagalkan Ekspor 8 Kontainer Minyak Goreng Ilegal ke Timor Leste

    JAKARTA – Satgas Pangan Bareskrim Polri bersama Polda Jatim dan Bea Cukai mengamankan 162.642 liter atau 121.975 ton minyak goreng illegal. Delapan kontainer minyak goreng tersebut rencananya akan diselundupkan ke Negara Timor Leste dari Surabaya, Jawa Timur.

    “Ribuan karton minyak goreng itu telah dimuat delapan kontainer, hendak diekspor ke negara Timor Leste,” ujar Kasatreskrim Polres Tanjung Perak Surabaya AKP Arief Ryzki Wicaksana, Kamis (12/5/2022).

    Dari penangkapan ini, polisi menetapkan dua tersangka, yakni R (60) dan E (44). Mereka diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng di tengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.

    “Rinciannya, sebanyak 7.401 karton merk Linsea, 2.833 merk Tropis dan 44 karton merk Tropical. Kalau dirupiahkan nilainya mencapai Rp 3,7 miliar,” ucapnya.

    Adapun kronologisnya, lanjut Arief, petugas Polres Tanjung Perak Surabaya mendapat informasi pada Kamis, 28 April 2022. Di mana ada kontainer bermuatan minyak goreng, hendak diekspor.

    Kemudian pada 4 Mei, kata Arief, petugas mendatangi lokasi di Depo Meratus di Jalan Tambak Langon Surabaya, untuk membuktikan informasi tersebut. Hasilnya benar, ditemukan tiga kontainer berisi minyak goreng hendak diekspor ke negara Timor Leste.

    “Kami selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap lima kontainer lainnya, yang ternyata juga berisi minyak goreng. Kemudian lima orang saksi-saksi yang diperiksa menyebut minyak goreng itu akan dikirim ke Timor Leste,” ujar Arief.

    Diduga terdapat 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor. Namun, tiga kontainer telah berada di Negara Timor Leste dan saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai, untuk melakukan penarikan tiga kontainer tersebut.

    Dokumen ekspor dengan Pos Tarif/HS dan Invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, Sikafix tile adhesive, tong besi tutup lebar, snack, sterofoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil.

    Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil. []

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    0FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    40,600PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru