Refeeding syndrome adalah kondisi yang terjadi akibat perubahan mendadak pada metabolisme tubuh dan gangguan keseimbangan elektrolit.
Refeeding sendiri merupakan proses pengenalan makanan setelah seseorang mengalami kurang gizi, kelaparan, atau berpuasa jangka panjang.
Proses pengenalan makanan biasanya dilakukan pada anak-anak yang pernah mengalami gizi buruk atau penderita gangguan makan yang sedang menjalani perawatan.
Refeeding harus dilakukan dengan hati-hati karena berisiko tinggi menyebabkan refeeding syndrome.
Perubahan metabolisme yang begitu cepat menyebabkan kadar mineral tubuh menjadi tidak seimbang dan fungsi organ tubuh juga akan terkena dampaknya.
Selama kekurangan gizi, tubuh Anda tidak memperoleh cukup karbohidrat.
Tanpa adanya karbohidrat, kadar gula darah menjadi rendah. Hal ini lantas menurunkan produksi hormon insulin yang berfungsi mengatur kadar gula darah.
Selain itu, tubuh Anda juga kehilangan sumber energi utamanya. Tubuh yang tadinya membakar karbohidrat kini membakar lemak dan protein. Proses ini turut berimbas pada keseimbangan mineral tubuh.
Saat kekurangan nutrisi, kadar mineral fosfat menjadi tidak seimbang. Padahal, sel-sel tubuh membutuhkan fosfat untuk mengubah karbohidrat menjadi energi.
Ketika produksi energi beralih pada pembakaran lemak dan protein, fosfat tidak lagi terpakai sehingga jumlahnya menurun.
Begitu tubuh mendapatkan asupan makanan kembali, terjadi perubahan metabolisme secara drastis. Tubuh Anda mulai kembali mendapatkan karbohidrat sebagai sumber energinya.
Produksi energi yang tadinya berasal dari lemak dan protein akan kembali pada karbohidrat. Kadar gula darah mulai naik, begitu pun dengan jumlah hormon insulin.
Sel-sel tubuh kemudian kembali mencari fosfat untuk mengubah karbohidrat menjadi energi. Namun, jumlah fosfat di dalam tubuh sudah telanjur rendah sehingga tubuh kesulitan membakar karbohidrat menjadi energi.
Rendahnya kadar fosfat ikut memengaruhi keseimbangan mineral lain, yakni natrium dan kalium. Kondisi ini disebut juga dengan gangguan keseimbangan elektrolit yang akhirnya menyebabkan refeeding syndrome.[]





