Ini Profil Ma’ruf Amin yang Ditunjuk Jokowi Sebagai Cawapres

Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan nama yang akan mendampinginya di Pilpres 2019. Nama yang ditunjuk adalah Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin. Saat mengumumkan nama Ma’ruf Amin, Jokowi ditemani oleh para ketua umum partai koalisi. Mereka berkumpul di restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018). Mereka yang hadir adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Selain itu, Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PSI Grace Natalie, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PPP Romahurmuziy dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Profil

Ma’ruf Amin lahir di Tangerang, 11 Maret 1943 atau saat ini berusia 75 tahun. Saat ini Ma;ruf menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.  Ia juga merupakan Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Tak hanya itu, ia juga anggota di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).  Ma’ruf merupakan lulusan dari Pesantren Tebu Ireng, Jombang, dan Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

KH Ma’ruf Amin besar di kalangan pondok pesantren. Dia mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng. Hingga saat ini dirinya pun dekat dengan pondok pesantren. Ma’ruf merupakan pendiri Pondok Pesantren An-Nawawi di Serang, Banten. Dia adalah cicit dari Syaikh Nawawi al-Banteni. Pada 2007, Ma’ruf dipilih menjadi anggota Wantimpres dan terpilih lagi di periode kedua Presiden SBY. Dia didapuk menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak 2015.

Ma’ruf Amin menjadi duda pada 22 Oktober 2013 lalu karena istrinya, Hj Siti Churiyah, meninggal dunia dalam usia 67 tahun karena menderita penyakit liver. Ma’ruf kemudian menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Wury Estu Handayani pada 31 Mei 2014 silam. Perkenalan mereka lewat proses ta’aruf. Selisih usia Wury dan Ma’ruf sekitar 30 tahunan. Saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017, Ma’ruf meneken pendapat dan sikap keagamaan MUI yang menyatakan Ahok menghina Alquran dan agama.

Ia tercatat sebagai salah satu penggerak dan juga ketua dewan penasihat koperasi 212. Seperti diketahui, gerakan 212 saat itu menolak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi gubenur DKI Jakarta. Gerakan 212 juga sangat keras mengkritik Jokowi. Meski menjadi penggerak aksi 212, Ma’ruf saat itu tidak setuju dan melarang demo besar-besaran 212.  Dalam Pilgub yang digelar dua putaran, pada 15 Februari dan 19 April 2017, pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat dikalahkan oleh pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Usai Aksi 212 Jokowi makin dekat dengan Ma’ruf Amin. Pada Juni 2017, Jokowi menunjuk Ma’ruf sebagai anggota Dewan Pengarah UKP Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). UKP PIP kini menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, yang setingkat kementerian. Sebelum menjadi Ketum MUI, Ma’ruf juga sempat membangun karier dari berbagai bidang, termasuk jalur politik.

Berikut daftar rekam jejaknya:

– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hubungan Antar Agama (2010 – 2014)

– Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Kehidupan Beragama (2007-2009)

– Anggota Koordinator Da’wah (KODI) DKI Jakarta

– Anggota BAZIS DKI Jakarta

– Ketua Fraksi Golongan Islam DPRD DKI Jakarta

– Ketua Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta

– Pimpinan Komisi A DPRD DKI Jakarta

– Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (pertama)

– Anggota MPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

– Ketua Komisi VI DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)

– Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat

– Rois Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

– Penasihat Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU)

– Dosen STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta

(Visited 27 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.