CILEGON – Dalam perhelatan MTQ tingkat Provinsi Banten XVIII pekan pertama Desember 2021 lalu, Kafilah Kota Cilegon bertengger di urutan terbawah dari delapan kabupaten kota di Provinsi Banten. Meski berada di peringkat ke delapan, namun tidak otomatis para peserta yang sudah menorehkan prestasi tidak bisa ikut tampil pada gelaran MTQ tingkat nasional nanti.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil.Quran (LPTQ) Kota Cilegon Abdullah Syarif menyatakan, ada tiga peserta Kafilah Cilegon yang meraih juara dua pada MTQ tingkat provinsi 2021. Ketiganya juara dua cabang tahfidz 30 juz putra, qiraaj sab’ah putri, dan tilawah anak-anak.
“Mereka memang cuma dapat juara dua. Tapi insya Allah mereka bisa mewakili Banten pada ajang MTQ tingkat nasional nanti,” terang Abdullah kepada wartawan, di sela-sela kegiatan kepramukaan di aula Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon, Rabu (29/12/2021).
Dia beralasan, peluang itu tetap ada. Dikarenakan secara kebetulan, yang mendapatkan juara pertama di tiga cabang tersebut bukan asli warga Banten.
“Ketika gelaran MTQ Nasional, meskipun berhasil.dapat juara pertama di MTQ tingkat Provinsi Banten, tapi ketika tingkat nasional mereka tentu akan mewakil provinsinya masing-masing dimana mereka berasal”, ujar Abdullah Syarif yang juga memang Ketua Harian Kwarcab Pramuka Kota Cilegon.
Kata dia, setiap peserta itu tentu mempunyai hak untuk membela provinsi asal mereka tinggal. “Belum lagi kalau pihak Pemprov dan LPTQ mereka tinggal juga tahu. Pastilah mereka juga dipanggil,” imbuhnya.
Oleh sebab itu, kata dia, ini merupakan kesempatan terbuka bagi Cilegon untuk turut serta berkontribusi mengharumkan nama Banten pada gelaran MTQ nasional.nanti. (mam)





