Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) berhasil melaksanakan kegiatan pembersihan sungai di Sungai Ciujung dengan hasil yang memuaskan.
Kegiatan itu, dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional ke 10, aksi Susur Sungai dan Bersih-Bersih di tepi Sungai Ciujung, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Kamis (27/7).
Kepala Satuan Kerja Operasi dan Peliharaan SDA BBWSC3 Leonard Lederik Elwarin mengatakan Tim BBWSC3 berhasil membersihkan sungai sepanjang 1,6 kilometer dan berhasil mengumpulkan sekitar 1,4 ton sampah yang tersebar di sepanjang aliran sungai, termasuk di 10 titik rawan penumpukan sampah.
“Lebih 1,3 ton yang kami kumpulkan sampah-sampah dari sepanjang sungai dan terdapat kurang lebih ada 10 titik,” katanya kepada sultan tv.
Langkah konkret dalam mengatasi degradasi sungai Ciujung telah diambil oleh BBWSC3. Salah satunya adalah perbaikan infrastruktur pencegahan erosi dengan fokus pada pengamanan tebing-tebing sungai.
Upaya ini bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi akibat meluapnya sungai dan degradasi lingkungan. Kecepatan aliran sungai yang tinggi dan kapasitas sungai yang tergantung pada curah hujan menjadi pertimbangan penting dalam merencanakan langkah-langkah penanggulangan.
“Upaya salah satunya itu adalah perbaikan infrastruktur pencegahan erosi ya, diantaranya nanti setelah dilakukan rencana besarnya itu untuk penanggulangan pengamanan tebing-tebing yang ada, Untuk menghindari adanya erosi akibat dari meluapnya sungai dan degradasi itu sendiri mungkin saja tergantung kecepatan aliran sungai,” tuturnya.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan pengelolaan sungai, BBWSC3 mengutamakan fungsi sungai agar tetap beroperasi secara optimal serta menjaga kebersihannya untuk mencegah dampak banjir akibat tersumbatnya aliran sungai oleh sampah dan kotoran. Masyarakat pun diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan guna menghindari gangguan pada aliran normal sungai.
“Sungai itu harus berfungsi sebagaimana mestinya harus tetap dijaga kebersihannya sehingga dari kebersihan itu pertama tidak menimbulkan dampak banjir,” tuturnya.
Bangun Kesadaran Masyarakat
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Ciujung River Management, Sigit Kuncoro mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga kebersihan dan keberlanjutan Sungai Ciujung.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, komunitas yang dipimpin oleh Sigit Kuncoro akan melibatkan aktif partisipasi masyarakat setempat dari tingkat RT/RW.
Komunitas ini telah melakukan berbagai kegiatan edukasi dan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga ekosistem sungai.
“Selama ini kita sudah melakukan edukuasi penyuluhan,” Katanya di Sungai Ciujung, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Kamis (27/7).
Namun, Sigit Kuncoro menyadari bahwa upaya ini akan lebih efektif dan berkelanjutan jika mendapatkan dukungan langsung dari masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Ciujung.
“Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini bisa disuport oleh masyarakat,” ujarnya.
“Akan melibatkan masyarakat RT/RW,” sambungnya.
Dalam upaya melibatkan masyarakat, komunitas ini berencana untuk mengadakan kegiatan bersih-bersih di Sungai Ciujung.
Selain itu, akan diadakan kampanye kesadaran bersama tentang cara menjaga kebersihan sungai dan dampak positif yang akan dirasakan jika Sungai Ciujung tetap terjaga kelestariannya.
Diketahui, kegiatan pembersihan sungai juga melibatkan delapan kementerian dan lembaga, yakni Kemendagri, Bappenas, Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, KLHK, Kementerian BUMN, Kementerian ATR/BPN, dan Kemendes.
Selain itu, BBWSC3 juga melibatkan enam Komunitas Peduli Sungai (BPS) yang ada di Provinsi Banten.





