Peringatan Dini Gelombang Tinggi, Masyarakat Dihimbau Hati-hati

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan terjadi gelombang tinggi di beberapa perairan di Indonesia termasuk Banten, pada 27 September 2020 pukul 07.0000 WIB – 29 September 2020 PUKUL 07.00 WIB. Gelombang tinggi ini karena adanya sirkulasi udara di Perairan utara Singkawang dan Samudra Pasifik utara Biak. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 6 – 25 knot sedangkan di wilayah selatan Indonesia dari Timur – Tenggara dengan kecepatan 8 – 25 Knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Natuna, Perairan Bengkulu, Perairan barat Lampung, Perairan selatan Banten, Laut Arafuru.  

Gelombang tinggi 2.5 – 4.0 M berpeluang terjadi di perairan selatan Banten hingga Sumbawa, juga beberapa perairan lain. Yakni perairan barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Enggano Bengkulu, Perairan barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Selat Sunda bagian barat dan selatan,  Samudera Hindia Selatan Banten hingga NTB, danlaut Natuna Utara.

“Untuk wilayah Banten, gelombang tinggi 2,5-4 meter ini terjadi di Selat Sunda bagian barat dan selatan. Untuk masyarakat yang beraktivitas di laut (Selat Sunda bagian Barat dan Selatan, serta Selatan Banten-red) tetap waspada dan tidak perlu panik berlebihan. Update terus informasi cuaca dan gelombang dari BMKG,” jelas Tarjono, Kasi Data dan Informasi BMKG Serang kepada SultanTV, Senin (28/9/2020).

Daerah lain pada tanggal yang sama juga berpeluang terjaadi gelombang tinggi, yakni 1.25-2.5 meter. Antara lain di Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan timur Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, laut Natuna, perairan utara Pulau Bangka, perairan selatan Kalimantan, perairan Kotabaru, perairan Kepulauan Kangean, laut Jawa bagian timur, selat Makassar bagian selatan, laut Bali, Selat Lombok bagian utara, selat Bali -Lombok – alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan selatan Pulau Sumba, perairan Pulau Sawu hingga Kupang – Pulau Rotte, Selat Ombai, Samudra Hindia selatan NTT, laut Flores bagian timur, perairan Baubau, perairan Manui – Kendari, perairan selatan Kepulauan Sula, perairan Kepulauan Sitaro, Laut Banda, perairan Pulau Buru hingga selatan Pulau Seram, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan selatan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru, dan Laut Arafuru.

Gelombang paling tinggi 4.0 – 6.0 meter diprediksi berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung.

Masyarakat diminta memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan, kecepatan angin tidak lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter. Untuk kapal tongkang kecepatan angin tidak lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 meter. Sementara untuk kapal Ferry, kecepatan angin tidak lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter. Pada kapal ukuran

besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar, kecepatan angin tidak lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 meter. Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi, dihimbau agar tetap selalu waspada. (sultantv

(Visited 7 times, 2 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.