Jelang Hari Pangan Dunia, Petani Harus Lebih Paham Teknologi Pangan

Hari pangan dunia yang diperingati setiap 16 Oktober, memiliki nilai penting untuk menyejahterakan para petani. Perkembangan teknologi yang begitu pesat, seharusnya sejalan dengan pemahaman masyarakat terutama petani untuk meningkatkan produksi pangan melalui pemanfaatan teknologi.  

Meski begitu, Filki Ardiansyah, Ketua LSO (lembaga semi otonom) Himagipan (Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan) Untirta menilai,  masyarakat terutama petani belum sepenuhnya paham pemanfaatan teknologi untuk pekerjaan mereka.

“Di sinilah peran kita sebagai mahasiswa juga generasi muda dan peran pemerintah untuk meningkatkan pemahaman kepada para petani,” jelas Filki seusai menjadi pembicara dalam Bincang Hari Ini SultanTV, Senin (8/9/2020).

Perayaan hari pangan dunia, menurut Filki, penting diperingati. Menurutnya, persoalan pangan tidak boleh dikesampingkan. Itulah alasan Himagipan menggelar berbagai lomba untuk menyemarakkan hari pangan internasional. Yakni melalui rangkaian lomba mulai dari 25 September 2020 berupa lomba fotografi, photo challenge, opini, dan lomba poster.

Isu paling penting pada hari pangan dunia saat ini kata Filki, tentang strategi pengolahan pangan lokal untuk mendorong kualitas dan daya saing produk pangan di masa new normal. Ini juga yang tertuang dalam tema perayaan hari pangan dunia yang diadakan Himagipan.

Sejauh ini, yang dilakukan Himagipan untuk berkontribusi pada masyarakat antara lain, bekerjasama dengan Kaprodi (kepala program studi) di Untirta membantu masyarakat di Pandeglang dalam memanfaatkan pangan lokal seperti produk singkong dalaam pengolahannya. Fikli mengajak maasyarakat untuk bangga terhadap produksi dan mengonsumsi pangan lokal. (sultantv

(Visited 5 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.