BerandaBERITAModus Download Aplikasi, Warga Tangerang Jadi Korban Penipuan Loker Online

Modus Download Aplikasi, Warga Tangerang Jadi Korban Penipuan Loker Online

Salah satu warga Tangerang berinisial A (21) menjadi korban penipuan Lowongan Kerja (Loker) Online yang berimbas pada kehidupan sehari-hari serta keluarganya.

Awal kronologi, pada tanggal 29 Agustus 2021, korban mencari loker di aplikasi Facebook dengan nama akun Loker Tangerang 2021.

“Ketemu sama loker salah satu bank. Terus, kontak HRD-nya dan diarahin buat masuk grup WhatsApp yang berisi 5 orang yaitu HRD, Sales, 2 karyawan, sama saya,” ujar korban saat ditemui di kediamannya.

Korban bercerita, selang beberapa waktu, dia diarahkan untuk download beberapa aplikasi seperti AdaKami, Kredivo, Akulaku, dll. Dari aplikasi tersebut ternyata disalahgunakan oleh salah satu oknum untuk berbagai transaksi menggunakan akun milik dirinya.

“Oknum itu melakukan pembayaran berupa kabel data seharga 1,3 juta dari aplikasi Kredivo dan 1,4 juta dari aplikasi AkuLaku. Aplikasi yang beda,” ungkap korban.

“Disalahgunain sama penipuan itu pake akun saya, jadi harus saya yang bayar tagihannya padahal aku sama sekali gak nerima barangnya, gak pesen juga,” tambahnya.

Tidak hanya itu, oknum 4 orang tersebut pun tidak tanggung-tanggung membuatkan atm atas nama korban. Dirinya sama sekali tidak merasa membuat atm bersama orang perusahaan itu.

“Ngerasa ga bikin atm, tapi dibikinin dari sana tanpa ada saya, gak ada tanda tangan aku,” ucapnya.

Korban kerap kali diteror oleh 40 nomor yang tidak dikenal dan mengatakan bahwa ada tagihan atas nama dirinya, namun A merasa tidak ada pinjaman.

Tidak hanya itu, dia diteror melalui chat WhatsApp dengan isi kata-kata yang tidak sepantasnya, keluarga pun menjadi imbasnya.

Dengan kejadian ini, A melaporkan ke Kapolsek pada tanggal 12 Oktober 2021, supaya kejadian ini ditindaklanjuti dan berharap tidak ada korban selanjutnya. Namun, Polsek setempat hanya mengarahkan A untuk menindaklanjuti ke pihak Kepolisian Daerah (Polda).

“Saya ceritain semua kronologinya kalo saya ketipu, kata polisinya di sini gak bisa ngasih suruh pengantar. Disuruh print bukti-bukti dan suruh ke Polda langsung,” ucapnya.

Antisipasi penipuan selanjutnya, akhirnya korban memblokir Atm yang dibuat oleh oknum perusahaan tersebut.

Iqbal Zulkarnain S.E. selaku sepupu dari korban dan Anggota Kementerian Pertahanan yang sedang menjalani S-2 Intelijen turut prihatin dan kecewa oleh salah satu bank yang dengan mudahnya memberi rekening tanpa kehadiran orang yang bersangkutan.

“Jadi dia merasa enggak pernah buka rekening, setelah kontakan dengan oknum. Tiba-tiba dikirim Atm doang nggak ada nomor PIN-nya,” ucap Iqbal.

“Masa bisa dibikinin rekening tanpa orangnya dateng ke Atm, berarti oknum juga pihak bank itu. Masa semudah itu ngasih orang rekening,” tambahnya.

Iqbal bersama rekan kampusnya Ipda. M. Nur Bobby Putra Yusra, S.Tr.K. Subdit Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bagian Cyber mendalami kasus ini dengan konsultasi dan pembuatan laporan di Sentra pelayanan kepolisian terpadu (Spkt) Polda Metro Jaya.

Dengan kejadian ini Iqbal berharap, masyarakat yang sedang mencari lowongan kerja online untuk tidak mudah percaya dan memberi data keluarga pada orang lain.

“Semoga kejadian ini tidak keulang lagi, niatnya mau cari kerja tapi kena penipuan. Jadi berharap masyarakat tetap waspada,” tutupnya. (RT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular