29.2 C
Serang
Friday, February 26, 2021

Menjaga Nilai-Nilai Sunda, Yuddy Crisnandi dan Fadli Zon Kenalkan Senam Hijaiyah

Dalam rangka mempererat persaudaraan antarbudayawan sunda dan menjaga nilai-nilai budaya kerukunan tatar sunda, Padepokan Pencak Silat Sangsaka Buana Indonesia menggelar sarasehan budaya karukunan tatar sunda di Padepokan Sangsaka Buana, Muara Beres, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (28/7/2018).
Sarasehan tersebut dihadiri oleh perwakilan pencak silat dan budayawan Sunda dari beberapa daerah di Indonesia. Dalam sarasehan yang mengusung tema Lembur Matuh, Dayeuh Maneuh, Banjar Karang Pamidangan tersebut juga dihadiri oleh Pembina Padepokan Sangsaka Buana Indonesia Yuddy Crisnandi dan Ketua Dewan Pembina Sangsaka Buana Indonesia Fadli Zon.

Selain menampilkan berbagai atraksi pencak silat Sunda seperti Cimande, Abah Jatnika Nanggamiharja selaku Ketua Padepokan Sangsaka Buana Indonesia juga mengenalkan Senam Hijaiyah Indonesia (SHI) yang kini telah mendunia.
Senam hijaiyah diluncurkan oleh Abah Jatnika sejak 2014 lalu. Abah Jatnika menjelaskan, Senam SHI berakar pada tradisi Pencak Silat Cimande yang sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak abad ke-15 Masehi. Disebut Senam Hijaiyah karena teknik pernafasan dalan gerakan senam ini berlandaskan dari 30 huruf Hijaiyah sehingga keseluruhan ada 30 jurus.

Sementara itu, dalam sambutannya Fadli Zon mengatakan, kebudayaan Sunda merupakan salah satu kebudayaan tertua di Bumi Nusantara. Sehingga nilai – nilai kebudayaan sunda sudah sepatutnya dilestarikan. Di tengah keragaman budaya yang masuk ke Indonesia, Budaya Sunda harus tetap mempertahankan jati dirinya.
“Senam Hijaiyah sebagai simbol perpaduan nilai – nilai budaya Sunda dan Islam sebagai contoh upaya melestarikan nilai budaya Sunda yang bisa dikawinkan dengan semangat Islami,” ungkap Wakil Ketua DPR RI itu.
Dalam kesempatan tersebut, Padepokan Sangsaka Buana Indonesia juga menganugerahkan Yuddy Crisnandi sebagai Dangiang Pamegeuh Karukunan Tatar Sunda. Dangiang Pamageuh Tatar Sunda Jawa Barat itu diberikan kepada seseorang yang mencintai kebudayaan tanah sunda.
Dalam sambutannya, Dubes Indonesia untuk Ukraina ini juga mengapresiasi Senam Hijaiyah sebagai simbol nilai – nilai budaya Islam yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Kebudayaan dan Nilai-Nilai Sunda tidak hanya dilihat dari atraksi budaya, namun harus melekat pada karakter orang Sunda yang rendah hati, santun dan selalu mengamalkan Nilai-Nilai religiutas dalam kehidupannya,” ungkap Yuddy.
Yuddy mengaku siap membantu mensosialisasikan Senam asli Indonesia ini ke berbagai negara, khususnya Ukraina tempat ia bertugas.[Amien]

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

12,731FansSuka
6,654PengikutMengikuti
31,800PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Artikel Terbaru