Gerhana Matahari Cincin di Indonesia Pertama Kali Terlihat di Aceh

Gerhana Matahari pertama kali mulai muncul di Indonesia tepatnya di wilayah Aceh, yakni pukul 10.19 WIB. Tak hanya itu, gerhana juga tampak di beberapa wilayah di Sumatera, seperti Batam, dan Riau.

Sedangkan wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Bandung, serta sebagian wilayah Indonesia mulai dapat ‘menikmati’ fenomena Gerhana Matahari Sebagian.

“Warga Siak sudah menunggu di Pusat Pemantauan Gerhana. 
Kacamata terbesar dibuat untuk pecahkan rekor MURI,” demikian laporan dari CNNIndonesia TV, Kamis (26/12).

Seperti diketahui, Gerhana Matahari Cincin dapat diamati di beberapa wilayah di Indonesia. Antara lain, di Sumatera Utara (Simbolga dan Padang Sidempuan), Riau (Siak, Duri, Pulau Pedang, Pulau Bengkalis, Pulau Tebing Tinggi, dan Pulau Rangsang), Kepulauan Riau (Batam dan Tanjung Pinang), Kalimantan Barat (Singkawang), Kalimantan Utara (Tanjung Selor) dan Kalimantan Timur (Makulit dan Berau).

Melalui laman resmi Planetarium Jakarta, Peneliti Senior Widya Sawitar memaparkan tahapan munculnya Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Sebagian antara lain: 

1. Fase awal
Pada fase awal GMC di Batam, tahap parsial awal akan terjadi sekitar pukul 10.27 WIB.

2. Pertama muncul gerhana
Sedangkan munculnya gerhana cincin awal akan terlihat pukul 12.22 WIB dan mencapai puncak pukul 12.24 WIB. Cincin akan mulai memasuki tahap akhir pukul 12.25 dan tahap parsial akhir terjadi pukul 14.18 WIB.

3. Tahap parsial
Sementara pengamatan GMS di Planetarium Jakarta, tahap parsial awal terjadi pukul 10.42 WIB. Puncak GMS diperkirakan muncul pukul 12.36 WIB dan berakhir pukul 14.23 WIB.

Total durasi GMC di Batam berlangsung selama 3 jam 51 menit, fase munculnya cincin api 3 menit 15 detik, dan total durasi GMS di Jakarta sekitar 3 jam 40 menit.

Selain itu Widya menuliskan prakiraan cuaca wilayah Batam berdasarkan hasil statistik persentase tingkat awan di sepanjang garis tengah jalur GMC, dinilai cukup baik untuk mengamati fenomena GMC.

Untuk kegiatan peneropongan GMS di Planetarium Jakarta akan disesuaikan dengan kondisi cuaca di Jabodetabek. Jika cuaca mendung dan hujan, maka kegiatan dibatalkan.[]

(Visited 4 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.