Bandung bukan saja terkenal dengan sebutan Paris Van Java, namun kota ini juga menyimpan begitu banyak ragam kuliner yang sayang jika dilewatkan. Salah satu makanan khas Bandung yang juga mudah ditemui di sepanjang jalan kota kembang ini adalah Peuyeum. Makanan yang satu ini tergolong unik, terbuat dari singkong. Rasanya lezat dan harganya sangat terjangkau.
Asal mula keberadaan kuliner tradisional peuyeum di Bandung yaitu dari Kecamatan Cimenyan (Kabupaten Bandung). Singkong sebagai dasar pembuatan peuyeum memang sejak zaman penjajahan sudah dikenal oleh masyarakat Bandung sebagai pengganti nasi yang kala itu sangat sulit diperoleh. Produksi singkong yang berlimpah terkadang membuat sebagian yang belum dikonsumsi atau diolah menjadi busuk. Antisipasi agar jangan sampai busuk salah satunya adalah melalui upaya pengolahan dan pengawetan singkong.
Di Cimenyan, pengolahan singkong dilakukan melalui proses fermentasi menggunakan bahan ragi. Dari hasil olahan tersebut kemudian menghasilkan kuliner yang dikenal dengan nama peuyeum. Rupanya proses pengawetan tersebut telah berlangsung cukup lama, yaitu sudah sejak tahun 1800-an. Kualitas singkong yang diproses sedemikian rupa membuat peuyeum Cimenyan dikenal dengan kelezatannya tidak saja oleh warga sekitar tetapi juga sudah sudah meluas hingga ke Kota Bandung dan beberapa kota di Provinsi Jawa Barat.
Peuyeum yang dijajakan di sepanjang jalan Bandung – Jakarta ini rata-rata berupa singkong utuh serupa tape, hanya saja ia disajikan tidak dipotong potong seperti tape kebanyakan. Makanan khas ini sendiri awalnya banyak dihasilkan dari daerah Cipeyeum, konon karena banyak dihasilkan dari daerah tersebut, maka tape singkong ini kemudian disingkat dengan sebutan Peuyeum.
Namun sayang, saat ini kehadiran Peuyeum perlahan mulai tenggelam dan tergeser dengan kuliner kuliner Bandung yang tumbuh dan berkembang dengan banyak kreasi dan varian. Meski demikian, Peuyeum tetap menjadi primadona terutama bagi pencinta makanan yang loyal terhadap Peuyeum.




