Mal Pelayanan Publik, Upaya Pandeglang Menarik Investor

Saat ini Pandeglang memang bukan daerah industri. Namun bukan berarti nyaman dengan cap sebagai dearah tertinggal di Banten.

Saat hadir di program Dialog Spesial Sultan TV bertajuk ‘Pandeglang Terus Melaju, Betulkah?’, Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita, S.E., M.M. mengatakan, jika dibandingkan dengan kabupaten kota lain di Banten seperti Tangerang dan Serang yang memiliki kawasan indsutri, pasti pincang.

“Kami memang berupaya untuk memantapkan di bidang investasi. Pandeglang ini bukan daerah industri. Berpuluh-puluh tahun melekat, hanya daerah pertanian. Pantas saja (jika dibandingkan-red) dengan Tangerang Raya dengan Banten utara kami pasti pincang, pasti ada juraang pemisah, karena memang bukan kawasan industri,” tukas Irna.

Dengan ditetapkannya Pandeglang oleh Kementerian ATR (Agraria Tata Ruang) / BPR (Badan Pertanahan Nasional) bahwa sebagai kawasan industri, bagi Irna, ini bisa menjadi  tanda-tanda untuk kesejahteraaan masyarakat

“Gak ada satupun industri di sini. Pabrik tidak ada di sini. Sementara di seberang sana ratusan industri, ratusan pabrik. Kami berharap, dari sini kami memantapkan lagi langkah kami di bidang investasi,” imbuhnya.

Inilah alsan dibangunnya Mal Pelayanan Publik. Salah satu alasannya karena ada aduan masyarakat, selama ini birokrasi dibuat sangat panjang, berbelit-belit, dilempar kesana-kemari.

“Sehingga kami hadirkan Mal Pelayanan Publik, di Banten baru ada di Pandeglang dan di Indonesia baru yang ke-27,” terang Irna.

Harapan Irna melalui Mal Pelayanan Publik ini, investasi semakin menyebar luas di Pandeglang. Pelayanan yang mudah, cepat, dan murah diharapkan membuat calon investor lebih tertarik lagi. Sehingga Mal Pelayanan Publik ini menjadi nafas dan jantung perekonomian Pandeglang, apabila kawasan industri di Pandeglang yang lima ini sudah ditetapkan. Yakni di Cikeusik, Bitung, Sukaresmi, Pagelaran, dan Bojong.

“Kami sedang melakukan pendekatan dengan investor. Siapapun mereka yang memapaparkan bisa ekpos ke kami, ingin investasi berapa miliar. Harapan kami bisa lebih besar daripada hitungan miliar tapi triliunan,” imbuhnya.

Hal ini kata dia, akan menjadi angin segar bagi masyarakat Pandeglang. Ke depannya, lanjut Irna, anak-anak Pandeglang yang masih bekerja di pabrik Tangerang, Merak, dan tempat lain, punya tempat yang nyaman bekerja di rumah mereka sendiri.[sultantv]

(Visited 4 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.