Continuous positive airway pressure (CPAP) adalah cara utama untuk mengatasi tidur mendengkur yang terjadi karena obstructive sleep apnea (OSA). Mengorok dengan suara yang keras dan mengalami gangguan pernapasan saat tidur adalah salah satu tanda dari penyakit yang merupakan gangguan tidur serius ini.
OSA bisa menyebabkan saluran napas tertutup sebagian atau seluruhnya saat tidur sehingga menghambat aliran udara. Saat tertutup seluruhnya, penderita OSA bisa mengalami henti napas saat tidur. Nah, CPAP adalah sebuah alat yang memberikan tekanan udara melalui masker yang ditempatkan di atas hidung dan/atau mulut saat tidur.
Menurut Sleep Foundation, CPAP bekerja dengan memberikan tekanan positif pada saluran napas atas secara konstan. Dengan begitu, saluran napas pada tenggorokan tetap terbuka selama tidur dan volume udara pada paru pun dapat dipertahankan.
Singkatnya, penggunaan CPAP melancarkan pernapasan saat tidur dan oksigen dapat disalurkan dengan baik ke seluruh tubuh. Alhasil, Anda dapat terhindarkan dari gangguan ngorok yang bisa membahayakan nyawa.
Cara menghentikan ngorok melalui CPAP juga dapat menjadi solusi bagi penderita OSA dengan gejala ngorok yang tak kunjung hilang meski sudah menjalani operasi pembendahan seperti tonsilektomi (bedah amandel) atau adenoidektomi (bedah adenoid).
Banyak orang khawatir bahwa pemberian tekanan positif pada saluran pernapasan dapat menyebabkan paru-paru pecah. Namun jangan khawatir, CPAP memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tekanan yang tubuh butuhkan guna menjaga saluran napas tetap terbuka.
Siapa saja yang memerlukan terapi CPAP?
Prosedur terapi CPAP telah terbukti efektif mengatasi gejala dari OSA dan sleep apnea. Namun, tidak semua pasien yang mengalami kondisi tersebut memberikan respons yang positif terhadap pengobatan menggunakan terapi CPAP. Oleh sebab itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter apakah terapi ini akan efektif untuk mengatasi kondisi Anda.
Selain itu, ada beberapa kondisi yang mungkin harus menjadi perhatian Anda jika ingin menjalani terapi CPAP, mengingat terapi ini bisa mengalami kontraindikasi dengan beberapa kondisi berikut:
- Pasien yang tidak bisa kooperatif karena memiliki gangguan kecemasan.
- Pasien yang kehilangan kesadarannya hingga tidak bisa menjaga jalan napasnya sendiri.
- Orang yang sedang mengalami kondisi gagal napas.
- Pasien yang memiliki trauma yang berkaitan dengan wajahnya.
- Orang yang pernah menjalani operasi pada wajah, esofagus, atau usus.
- Pasien yang mudah mengeluarkan cairan melalui saluran pernapasan.
- Orang yang pernah mengalami mual dan muntah akut.
- Pasien yang mengalami asma hiperkarbia atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati sebelum memutuskan untuk menjalani terapi CPAP untuk mengatasi kondisi ini. Sebaiknya, jangan memilih terapi ini jika dokter tak menyarankannya.
Persiapan sebelum menjalani terapi CPAP
Sebelum akhirnya menggunakan mesin CPAP untuk terapi, ada beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan. Berikut adalah langkah-langkah persiapan sebelum menggunakan alat CPAP:
1. Meletakkan alat pada tempat yang tepat
Langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah meletakkan alat CPAP pada tempat yang tepat. Berikut adalah beberapa kriteria tempat yang sesuai untuk meletakkan benda ini:
- Terdapat permukaan yang datar dan cukup luas sehingga alat CPAP bisa dengan aman Anda letakkan pada bagian atasnya.
- Cukup dekat dengan tempat tidur, sehingga selang dari alat ini dapat mencapai ke bagian atas kasur.
- Pastikan ada kanal stop kontak yang cukup dekat dengan mesin agar bisa menancapkan steker listrik dari mesin ini dengan mudah.
- Mudah untuk menyalakan mesin, membuka kompartemen filter, dan menambahkan air ke dalam humidifiernya.
Anda bisa menambahkan meja kecil di sebelah tempat tidur untuk meletakkan mesin pada bagian atas permukaannya.
2. Memeriksa filter pada alat CPAP
Jika hendak menggunakan mesin CPAP, Anda akan menyadari bahwa alat ini juga memiliki filter. Namun, tipe dari filter juga tergantung pada tipe mesin CPAP yang Anda gunakan.
Filter pada mesin CPAP terdapat pada sebuah kompartemen berukuran kecil yang bisa Anda temukan dengan mudah pada alat ini. Instruksi pada alat atau yang dokter berikan akan memberikan penjelasan lengkap mengenai apa yang harus Anda lakukan dengan filter tersebut setiap hendak menggunakan alat.
3. Memasang selang ke mesin CPAP dan ke masker
Nah, jika Anda hendak tidur, pasang terlebih dahulu selang ke mesin CPAP. Tentu sudah tersedia tempat khusus yang bisa Anda temukan dengan mudah untuk memasangkan selang ini ke mesin tersebut. Intinya, Anda tidak perlu berusaha keras untuk memasangkan selang ke alat.
Nantinya, ujung lain dari selang ini juga akan Anda hubungkan ke masker. Masker tersebut akan Anda gunakan saat tidur untuk membantu mengatasi kondisi ini.
4. Mengatur humidifier (jika tersedia)
Ada beberapa tipe CPAP yang sudah dilengkapi dengan humidifier untuk membantu Anda melembapkan udara. Tujuannya, untuk mengeringkan mulut dan tenggorokan pada malam hari. Jika alat CPAP yang Anda gunakan sudah memiliki humidifier, isi dengan air bersih yang sudah matang.
Perhatikan jumlah air yang bisa Anda masukkan ke dalam humidifier. Upayakan untuk tidak melebihi batas maksimal pada humidifier, karena air yang berlebih bisa masuk ke dalam selang. Jika terjadi, hal tersebut tentu akan mengganggu prosedur CPAP nantinya.[]




