Mahir Berbicara Di Depan Umum? Siapa Takut, Ini Tipsnya

Beberapa orang diciptakan dengan bakat alami yang berani berbicara di depan umum. Tapi, kemampuan public speaking yang baik tetap melalui proses pembelajaran dan latihan yang baik. Kamupun yang termasuk pemalu bukan tidak mungkin memiliki skill berbicara di depan umum yang keren dan berisi. Intinya, tetap lakukan latihan… latihan.. dan latihan. Dikutip dari berbagai sumber, ada 8 tips agar kamu pintar public spiking.

  1. Jadilah pendengar yang baik. Jauh sebelum kamu meninginkan menjadi pembicara yang baik, maka jadilah pendengar yang baik terlebih dahulu. Hal itu sangat bermanfaat selain menambah pengetahuan tentang isi yang disampaikan, juga dapat belajar secara tidak langsung bagaimana berbicara di depan umum.
  2. Perbanyak membaca. Selain menjadi pendengar yang baik, membaca juga sangat membantumu dalam menambah pengetahuan, memperbanyak vocab, dan memperluas wawasan. Hal tersebut akan menjadi bahan untuk kita berbicara di depan umum, supaya selain pintar menyampaikan, tetapi juga yang disampaiakan cukup berisi.
  3. Biasakan Rehearse sebelum tampil. Rehearse atau latihan gladi resik sebelum tampil tetap harus dilakukan meskipun sudah terbiasa berbicara didepan umum. Simulasi berguna Ketika memprediksi feedback dari audiens atau ada sesuatu yang beda. Misalnya candaan atau kejutan .
  4. Luruskan Niat. Meski bukan bersifat teknis, nyatanya pengelolaan niat sangat berpengaruh pada optimalisasi hal yang kita perbuat. Niat yang baik dan ikhlas, berbagi pengetahuan misalnya, akan membuat hati kita lebih relaks dan tidak berpikir yang macam-macam serta tidak menuntut diri sendiri untuk tampil sempurna yang pada akhirnya menjadikan beban untuk kita sendiri.
  5. Buat outline yang akan disampaikan. Bagi pemula, naskah sangat dibutuhkan sebagai bahan untuk menyampaikan isi pikirannya agar tidak bingung, terstruktur dan tidak bicara ngalor ngidul. Yang sudah terbiasapun catatan sangat diperlukan. Biasanya pembicara akan membuat outline atau poin-poin penting yang akan disampaikan secara berurutan.
  6. Kenali Audience. Sebelum kita memulai berbicara di depan umum, pastikan kamu sudah tau sasaran audiens yang bisa dilihat dari berbagai sisi: usia, pendidikan, atau provesi. Hal tersebut bisa memudahkan kamu untuk mendapat feedback audiens karena isi pembicaraanmu yang dianggap sesuai dengan kondisi mereka.
  7. Buat kontak mata. Sisipkan waktu 10- 30 detik untuk menjalin kontak mata antara pembicara dengan audiens. Agar saat mulai berbicara, kamu tidak kehilangan arah matamu dan agar lebih masuk pembicaraanmu dengan audiens.
  8. Buat suasana lebih santai. Hal yang sering dirasakan grogi adalah saat awal kita melangkahkan kaki naik ke atas panggung atau di depan muka umum. Banyak pasang mata yang memperhatikan kita dan menunggu apa yang akan disampaikan. Situasi jadi terlihat tampak serius dan tegang, itu mempengaruhi mental si pembicara bahkan bisa menghilangkan ingatan isi pembahasan bagi si pemula. Karenanya, buat suasana lebih cair dengan lemparan candaan ringan dan santai yang dapat memberikan efek relaks pada si pembicara.[]
(Visited 4 times, 1 visits today)

About The Author

Baca Juga

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.