Khabib Sanjung Sosok Ali dan Tyson Jelang Lawan Gaethje

Khabib Nurmagomedov sudah dianggap sebagai legenda UFC oleh beberapa pihak jelang pertarungan melawan Justin Gaethje di UFC 254. Namun demikian, petarung asal Rusia itu menolak dibandingkan dengan Muhammad Ali dan Mike Tyson.

Khabib merupakan salah satu petarung terbaik di UFC. Petarung berusia 32 tahun itu belum terkalahkan sepanjang kariernya dan menyandang status juara kelas ringan UFC.

Khabib juga berhasil mengalahkan petarung-petarung hebat dalam kariernya. Salah satunya Conor McGregor yang dipecundangi Khabib lewat kemenangan submission ronde empat di UFC 229 pada 7 Oktober 2018.

Nama Khabib semakin berkibar setelah kemenangan atas McGregor. Ia dianggap sebagai salah satu yang terbaik di UFC.

Namun, Khabib enggan disebut legenda. Apalagi dibandingkan dengan dua tokoh olahraga hebat, Tyson dan Ali.

“Mike Tyson hampir berada di level yang sama, tetapi kepribadian Muhammad Ali berada di level yang berbeda,” ujar Khabib coba membandingkan keduanya.

“Buat saya untuk menjadi seperti ini adalah pertanyaan yang sangat sulit. Ketika saya tumbuh dewasa, saya melihat mereka sembari berkata ‘orang-orang ini yang terhebat’. Saya tidak tahu apakah saya bisa mendekati level orang-orang seperti ini,” kata Khabib menambahkan seperti dikutip dari MMAJunkie.

Khabib mengaku tidak punya keinginan untuk bisa disebut legenda. Fokus Khabib hanya terus memenangi pertarungan melawan petarung-petarung hebat di octagon.

“Saya tidak punya tujuan ini. Saya hanya ingin memenangkan [semua] pertarungan saya. Kita akan lihat di masa depan karena saya belum selesai.”

Khabib hingga kini masih berstatus petarung tidak terkalahkan. Ia mengukir rekor impresif dengan menyapu bersih 28 pertarungan dengan kemenangan.[]

(Visited 4 times, 1 visits today)

Artikel Terkait

LEAVE YOUR COMMENT

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.