BerandaBERITA4 Fakta Menarik Dodol Ny. Lauw 55, Kudapan Legendaris Kota Tangerang

4 Fakta Menarik Dodol Ny. Lauw 55, Kudapan Legendaris Kota Tangerang

Selain dikenal dengan ragam seni dan budayanya, Kota Tangerang juga punya kudapan khas yang sangat melegenda, dodol Ny. Lauw 55. Meski kudapan tradisional yang satu ini identik dengan perayaan hari raya imlek, namun dodol Ny. Lauw 55 yang sudah ada sejak 1962 masih terus diburu saat hari-hari biasa baik untuk dijadikan buah tangan. Berikut fakta menarik dodol Ny. Lauw 55 yang sangat popular.

Sejarah dodol Ny. Lauw 55

Bisnis dodol Ny. Lauw 55 sudah diteruskan oleh generasi ketiga dari sang pendiri, Lauw Nyim Keng. Cucu Lauw Nyim Keng yakni Sanjaya bersama isterinya Reni kini meneruskan usaha keluarga tersebut. Sanjaya menuturkan, dodol Ny.Lauw 55 pertama kali diproduksi pada tahun tahun 1962. Semua bermula saat Lauw Nyim Keng, pendiri dodol Ny.Lauw 55 memperhatikan tetangganya kerap membuat dodol untuk dibagikan ke kerabat pada saat perayaan hari raya imlek. Dodol dibagikan sebagai tanda silaturahmi.
Melihat kebiasaan ini, Ny.Lauw terbetik ide peluang usaha untuk memproduksi dodol buatan sendiri yang diberi nama Dodol Ny.Lauw. Dodol ini menjadi salah satu makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh dari Kota Tangerang. Saat awal merintis usaha, Ny. Lauw menjajakan dodolnya dengan berkeliling ke rumah-rumah.
“Karena belakangan ini banyak juga yang menggunakan merk Ny. Lauw dengan tulisan dan huurf yang hampir mirip, kami memutuskan untuk mengubahnya menjadi Ny. Lauw 55. Nomor 55 sendiri diambil dari nomor rumah kami,” kata Sanjaya, kemarin (23/11).

Memiliki Varian Rasa

Dengan tetap mempertahankan cita rasa tradisional, dodol Ny.Lauw 55 memproduksi beragam varian rasa, mulai dari rasa original, wijen, duren, duren wijen, cempedak, kenari, hingga mete. Bagi yang menyukai buah durian dan cempedak, dodol Ny.Lauw 55 juga memproduksi dodol yang memiliki aroma buah durian dan cempedak.

Salah satu rahasia dodol Ny.Lauw 55 memiliki cita rasa yang tak berubah meski digerus waktu adalah cara memasaknya. Meski sudah puluhan tahun, dodol Ny.Lauw 55 dimasak dengan cara tradisional, yakni menggunakan kayu bakar. Selanjutnya, beras ketan yang menjadi bahan bakunya diolah dengan cara ditumbuk, bukan digiling. Sehingga dodol yang dihasilkan menjadi legit dan enak. Untuk dodol dodol campuran buah, dodol Ny. Lauw 55 selalu menggunakan buah segar dan pilihan.

Tersedia di Supermarket dan Marketplace

Meskipun awalnya hanya hasil produksi rumahan, kini produksi dodol Ny. Lauw 55 sudah merambah ke supermarket di area Jabodetabek dan juga toko online. Pembeli juga bisa datang langsung di tempat produksi di Gg. SPG No.55, Neglasari, Kota Tangerang. Bahkan, jika ingin, pembeli bisa melihat proses pembuatan dodol yang masih menggunakan metode tradisional. “Produk dodol kita sudah tersedia di supermarket dan toko online,” terang Sanjaya.

Survive di Tengah Pandemi

Seperti diketahui, pandemi covid-19 berdampak langsung pada semua aktivitas bisnis, tak terkecuali dodol Ny. Lauw 55. Diakui Sanjajaya, saat pandemi omset penjualan dodol ini turun hingga 40-60 persen. Saat situasi pandemi, Ny. Lauw mengubah strategi penjualannya dengan memperluas promosi di perdagangan digitital atau online.
“Pandemi sangat berpengaruh pada penjualan pengruhnya ke penjualan offline kami. Melalui promosi yang massif di media sosial, penjualan kami berngangsur membaik,” kata Sanjaya.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah terus berupaya membangun ekonomi masyarakat akibat pandemi dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan bagi pelaku UMKM, bantuan modal, hingga mempromosikan kuliner khas Kota Tangerang lewat sosial media humas Kota Tangerang secara gartis. Arief mengimbau kepada masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mau mengikuti vaksinasi demi percepatan terbentuknya kekebalan komunal masyarakat Kota Tangerang.

“Kita harus bersama-sama membangun ekonomi Kota Tangerang lebih baik. Saat ini, pergerakan ekonomi di Kota Tangerang terus menunjukkan grafik yang positif pada kuartal III tahun 2021,” jelasnya.

Sekadar info, Pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang pada kuartal ketiga 2021 berada pada angka -0,2, sedangkan tahun lalu di -6,92. []

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular