28.6 C
Serang
Thursday, December 9, 2021
spot_img

Kepala BSSN Sebut Wisudawan Poltek SSN sebagai Patriot Bangsa

Setidaknya ada dua jenis serangan siber terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pertama adalah serangan yang bersifat teknikal, yang mengangggu dan merusak sistem elektronik yang digunakan oleh masyarakat dan pemerintah. Kedua adalah serangan yang bersifat sosial, yang menyerang pikiran masyarakat dan mendegradasi nilai-nilai budaya, agama, nilai-nilai Pancasila dan merusak nilai-nilai berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen.TNI (Purn) Hinsa Siburian, saat melepas Patriot Keamanan Siber atau Wisudawan Angkatan ke-16 Tahun Akademik 2020/2021 Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) di Auditorium Kol (Inf) Sumarkidjo, Kampus Poltek SSN, Selasa (19/10/2021). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Kepala BSSN, Irjen (Pol) Sutanto, SH, Direktur Poltek SSN Nunil Pantjawati, serta Chairman of Ancora Group Gita Wirjawan yang memberikan orasi ilmiah secara daring.

Hinsa dalam pidatonya menyampaikan syukur dan kebanggaan kepada 95 wisudawan yang telah melewati Pendidikan di Poltek SSN selama 4 tahun. “Kalian yang hebat wisudawan yang kami banggakan,” ungkap Hinsa. Hinsa juga menyebut para wisudawan adalah para patriot “Kalian adalah menjadi patriot – patriot pembela bangsa khususnya patriot yang akan menjaga ruang siber Indonesia,” tegas Hinsa.

Hinsa juga mengingatkan kepada para patriot ruang siber ini agar menjadi motor penggerak untuk mengamankan ruang siber nasional.“ Karena di situlah (ruang siber) ada hidup dan kehidupan masyarakat dan negara kita. Disana ada kegiatan ekonomi digital agar bagaimana kesejahteraan kita berjalan dengan baik,” tegas Hinsa.

Untuk meminimalisasi serangan siber tersebut, BSSN telah meluncurkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber. CSIRT merupakan salah satu program prioritas nasional (major project) yang dituangkan dalam Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024.

CSIRT adalah organisasi atau tim yang bertanggung jawab untuk menerima, meninjau, dan menanggapi laporan dan aktivitas insiden keamanan siber. CSIRT terdiri atas CSIRT Nasional atau Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional (Pusopskamsinas), CSIRT Sektoral pada pemerintahan, Infrastruktur Informasi Vital Nasional dan Privat, serta CSIRT Organisasi. Hingga saat ini telah diluncurkan 37 CSIRT dari target 121 CSIRT hingga tahun 2024.

Direktur Poltek SSN Nunil Pantjawati mengatakan, Wisudawan Poltek SSN dibekali dengan sertifikasi keamanan siber. Hal ini diungkapkan Nunil dalam sambutannya, “Seluruh wisudawan Poltek SSN telah dibekali dengan sertifikasi kompetensi fundamental keamanan siber dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association), dimana proses saat ini telah dilakukan pendaftaran dan pengujian.” Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) adalah institusi pendidikan di bidang keamanan siber dan sandi memiliki peran penting dalam peningkatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia bagi BSSN. Poltek SSN memiliki tiga program studi, meliputi Rekayasa Kriptografi, Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi, dan Rekayasa Keamanan Siber.

Sementara Chairman of Ancora Group Gita Wirjawan memberikan orasi ilmiah mengenai pentingnya cybersecurity dan independensi data di era digital pada masa mendatang. Gita menyebut cybersecurity sangat berperan dalam upaya peningkatan ekonomi digital dan penyeimbang yang mampu mendorong demokratisasi ide, demokratisasi talenta.

Wisuda Poltek SSN angkatan ke-16 menerapkan protokol kesehatan dengan hanya dihadiri oleh pejabat struktural terkait di lingkungan BSSN, senat Poltek SSN dan para wisudawan tanpa dihadiri oleh orangtua para wisudawan. []

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

10,527FansSuka
17,153PengikutMengikuti
34,900PelangganBerlangganan
spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Terbaru