More

    Kejati Banten Sosialisasikan Restorative Justice Pada Mahasiswa

    SERANG – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten memberi pemaparan dalam seminar hukum dengan tema “Penyelesaian Tindak Pidana Melalui Restorative Justice” di Gedung Serba Guna Untirta, sindangsari, Kota Serang. Rabu (6/7/2022).

    Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-62.  Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Leonard Eben Ezer Simanjuntak menekankan pentingnya pemahaman mengenai Retorative Justice.

    “inikan harus sering kita lakukan sosialisasi, harus kita gaungkan ke masyarakat agar penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice inibisa kita terapkan di seluruh masyarakat Banten,” jelasnya

    Diketahui sejak tahun 2020 hingga tahun 2022 penanganan perkara berdasarkan restorative justice baru ada 17 perkara.

    “Kalo kita perhatikan dari tahun 2020 hingga tahun 2022 penanganan perkara berdasarkan restorative justice baru ada 17 perkara, artinya kan kecil padahal kita tahu masih banyak perkara-perkara ringan yang  sata ini masih terjadi, yang hukumannya 5 tahun kebawah,” katanya.

    Adapun pengertian restorative justice adalah alternatif dalam sistem peradilan pidana dengan mengedepankan pendekatan antara pelaku dengan korban dan masyarakat sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali pada pola hubungan baik dalam masyarakat.

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Andra Soni menyampaikan, harapan masyarakat untuk pihak kejaksaan dan aparat penegak hukum agar proaktif dalam membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan hukum secara restorative justice.

    “Banyak sekali penjara yang penuh dan kemudian banyak juga kejadian-kejadian yang proses pidana yang dihadapi oleh pelaku pemula, justru setelah masuk penjara keluarnya bukan lebih baik dan itu fakta dimasyarakat. Sehingga saya menyampaikan harapan-harapan masyarakat bagaimana pihak kejaksaan dan penegak hukum itu proaktif untuk membantu masayarakat agar bisa menyelesaikan permasalahan hukum secara restorative justice. Tentu tidak melanggar peraturan perundang-undangan,” pungkasnya. (bum)

    Artikel Terkait

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Stay Connected

    10,527FansSuka
    16,400PengikutMengikuti
    36,400PelangganBerlangganan
    - Advertisement -

    Artikel Terbaru