Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar di SMP Negeri 2 Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (21/8).
Ridwan Kamil mengharapkan, kegiatan vaksinasi kepada para siswa-siswi sekolah khususnya SMP tersebut dapat mempercepat pembentukan kekebalan kelompok atau “herd immunity”.
“Kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi kalangan pelajar di wilayah Jabar merupakan komitmen dalam mempercepat vaksinasi di wilayah Jabar,” ujarnya.
Ridwan Kamil meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat untuk meningkatkan target penyuntikan vaksin Covid-19 per harinya.
“Peningkatan vaksinasi harus dilakukan agar “herd immunity” di Jabar dapat terbentuk akhir tahun ini. Untuk urusan stok vaksin akan kita dukung dan maksimalkan dan nanti akan kita evaluasi kekurangan dan kelebihannya apa. Karena kita akan buat sebagai percontohan di Jabar,” tegasnya.
Selain mempercepat ‘Herd Immunity’, vaksinasi bagi pelajar juga sebagai syarat digelarnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri dan kebijakan Pemkot Bandung, syarat untuk PTM adalah Peserta Didik dan Tenaga Pendidiknya harus 100 persen telah divaksin Covid-19.
“Saya lihat (PTM) ini bisa memungkinkan. Kita lakukan bertahap (setelah vaksinasi covid-19),” kata Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana, usai Monitoring Vaksinasi untuk Usia 12–17 Tahun di SMPN 7 Bandung, Kota Bandung, Sabtu (21/08).
Yana mengungkapkan, beberapa waktu lalu telah berkeliling ke sejumlah sekolah dimana rata-rata fasilitas pendidikan di sekolah sudah menerapkan protokol kesehatan.
“Misal kelas satu masuk pukul 07.00 WIB, nanti kelas dua masuk pukul 07.30 WIB. Sedangkan kelas tiga masuk pukul 08.00 WIB. Pulang juga begitu, jadi tidak ada crossing. Kemudian kapasitas kelas hanya 50%, minggu ini 50%, minggu depan ganti 50 persennya,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengungkapkan, peserta vaksinasi yang terdaftar sebenarnya lebih dari 1.000 orang.
“Mudah-mudahan sekolah yang lain pun bisa menyegerakan vaksinasi sebagaimana harapan Pak Wakil Walikota,” katanya.
“Kalau tahap yang pertama dan kedua di SMPN 2 waktu itu ada 940 yang sudah divaksinasi. Informasi dari Pak Kesdam, di sekolah-sekolah swasta juga sudah mulai dilaksanakan,” lanjutnya.
Hikmat menyarankan sekolah-sekolah untuk inovatif dan kreatif, serta terus berkomunikasi agar bisa berkolaborasi atau bekerja sama agar anak-anak bisa divaksinasi sesuai harapan.


