More
    BerandaBERITAJalur Zonasi PPDB Telah Terdaftar 18.396 Peserta

    Jalur Zonasi PPDB Telah Terdaftar 18.396 Peserta

    SERANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) telah berhasil mendaftar sebanyak 18.396 peserta. Selain itu, terdapat juga peserta yang mendaftar melalui jalur perpindahan orang tua sebanyak 453 peserta.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Tabrani mengatakan bahwa peserta yang mendaftar melalui jalur prestasi mencapai hampir 6.900, terdiri dari 4.900 peserta dengan prestasi akademik dan 2.000 peserta dengan prestasi non-akademik.

    “Posisi sampai dengan jam 10:23 WIB tadi, jalur zonasi sudah terdaftar 18.396. Kemudian perpindahan orangtua ada 453, sedangkan prestasi hampir 6.900 terdiri dari 4.900 adalah akademik dan 2 ribuan non akademik,” katanya kepada wartawan di KP3B, Senin (3/7).

    Untuk memastikan kelancaran sistem PPDB, bersama dengan Sekretaris Dinas Pendidikan (sekdis), para Kepala Bidang, dan Kepala Cabang Dinas (KCD) telah melakukan pemantauan langsung sejak pukul 00:01 WIB.

    Rapat virtual juga dilakukan hingga pukul 02:00 WIB untuk memonitor apakah ada masalah teknis yang terjadi. Hasilnya, hingga pukul 03:00 WIB, tidak ditemukan adanya masalah yang signifikan. Kami berharap agar kelancaran ini tetap terjaga tanpa adanya masalah di masa mendatang.

    “Saya bersama dengan sekdis para kabid dan KCD, sejak jam 00:01 WIB memantau langsung, rapat virtual sampai pukul 02:00 WIB untuk memonitor sistem ada masalah atau tidak,” katanya.

    “Ternyata sampai pukul 03:00 WIB saya tidur itu nggak ada masalah dan sampai pagi tadi jam segini nggak ada masalah. Mudah-mudahan nggak ada masalah,” imbuhnya.

    Ia juga mengatakan jika terjadi kesalahan pemilihan sekolah oleh orang tua, pihaknya menyediakan pusat bantuan (helpdesk) yang dapat diakses secara virtual untuk membantu dalam mengatasi permasalahan tersebut. Namun, apabila terdapat keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera, bantuan juga tersedia di lokasi.

    “Kalau ada orang tua salah milih sekolah harus memperbaiki, di sini ada. Nanti kita ada helpdesk bisa melalui virtual orang tua bisa nanya. Tapi kalau emergency nggak bisa diatasi, di sini ada,” ujarnya.

    Ia juga mengatakan pusat bantuan tersebut telah didesentralisasi di Dindik, sementara di sekolah juga disediakan operator untuk memberikan bantuan. Hal ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi orangtua yang mungkin mengalami kendala dalam pendaftaran online, seperti masalah jaringan, keterbatasan perangkat seperti laptop atau komputer, dan sebagainya.

    “Helpdesk itu ada disentralkan di dindik, kalau sekolah ada operator, mana tahu ada di orangtua karena sesuatu sebab, tidak bisa mendaftar online, sebabnya mungkin nggak ada jaringan, laptop, komputer dan sebagainya itu bisa dibantu,’ katanya.

    Selain itu, jika diperlukan, orangtua juga dapat mengunjungi sekolah dan menghubungi operator yang tersedia di sana untuk mendapatkan bantuan. [FIK]

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    - Advertisment -

    Most Popular