SERANG – Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengatakan, wilayah Tangerang Raya yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, untuk sementara tidak melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau kembali dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperketat PTM seiring dengan perkembangan kasus COVID-19 khususnya varian Omicron yang mengalami kenaikan. PTM di sejumlah daerah pun dievaluasi, termasuk Pandeglang.
“Untuk Tangerang Raya sudah disepakati tidak ada PTM, Pandeglang kita lihat evaluasi lagi, Serang masih (PTM). Tangerang Raya sudah mulai oranye, PTM itu kan level 2,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim usai menghadiri Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Banten periode 2021 – 2025, Rabu (2/2/2022).
Selain itu, Gubernur Banten juga menyampaikan peningkatan kasus COVID-19 di Provinsi Banten mayoritas terjadi di wilayah Tangerang Raya. Lantaran wilayah Tangerang Raya menjadi daerah aglomerasi DKI Jakarta.
Berdasarkan, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten terkait peta sebaran COVID-19 di Provinsi Banten, per tanggal 1 Februari 2022, mengalami lonjakan. Total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 148.377 orang dan pada 1 Februari 2022. Sementara kasus aktif naik 2.463 orang.
Untuk wilayah lainnya, sesuai Surat Edaran (SE) Gubernur Banten Nomor 443/204-DinKes/2022 tanggal 27 Januari 2022, PTM dibatasi hanya boleh di ikuti 25 persen siswa.
Pemprov Banten menyatakan jika ada siswa positif Covid-19, maka sekolah tersebut harus ditutup selama dua pekan dan belajar daring, sembari melakukan tracing untuk siswa yang kontak erat.
Di Kota Cilegon sudah ada enam sekolah yang siswanya terpapar Covid-19. Pemerintah daerah setempat menyatakan akan terus melakukan tracing ke pelajar yang terkonfirmasi kontak erat.
Jumlah kasus positif Covid-19 di kota itu hingga 31 Januari 2022, terdata sebanyak 130 kasus. Kemudian untuk vaksinasi pelajarnya, baru 13,73 persen. []




