Pada tanggal 18 Maret, Forum Mahasiswa Pontirta yang selanjutnya disingkat FMP mengadakan kegiatan Belajar dan Pengabdian di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Adapun kegaitan pengabdian dilaksanakan selama empat hari, terhitung sejak tanggal 18-22 Maret. Pada Kegiatan Pengabdian ini FMP memfokuskan pada masyarakat pesisir, oleh karena itu tema yang diusung “Milenial Bergerak Optimalkan Potensi Kemaritiman”. Seluruh peserta kegiatan diterima dengan baik oleh aparatur desa dan tokoh masyarakat Desa Tengkurak.
Selama empat hari kegiatan FMP diisi dengan diaolog Publik, seminar UMKM, pemanfaatan lahan kosong untuk ditanami sayuran, mengajar ngaji, mendatangkan perpusatakan keliling, nonton film bersama, berolah raga bersama pemuda Tengkurak, dan memberi santunan kepada anak yatim.
“Kegiatan Pengabdian ini pertama kali dilaksanakan oleh FMP, selama tiga tahun organisasi ini didirikan. Tentu banyak kekurangan yang akan kita hadapi. Sebelummnya kami sudah menghitung masalah tersebut dan tidak berani berharap besar dalam kegiatan ini. Kami hanya berharap teman-teman pengurus dan anggota FMP bisa belajar, berjuang, dan berkorban dengan ikhlas dalam setiap proses yang dijalani.” Ujar Ma’rifat Bayhaki selaku ketua Umum FMP.
“Barangkali ini bisa dikatakan awal FMP berbaur dan bersilaturahmi dengan masyarakat. Semoga setelah kegiatan ini, teman-teman FMP tetap konsisten dan terus silaturahmi dengan masyarakat Tengkurak agar suatu waktu bisa bersama-sama merundingkan dan memcahkan masalah yang ada,” lanjut Ma’rifat.
Ketua Pelaksana FMP di Desa Tengkurak, Riyan Hidayatullah mengatakan, banyak pelajaran yang didapatkan dalam kegaitan ini. “Selama sebulan lebih saya dan teman-teman FMP merencanakan, mengkonsepkan kegiatan ini sedemikian rupa. Keliling dari satu pintu ke pintu dinas dan perusahaan lainnya untuk mencari bantuan dana, meski kebanyakan tidak menuai hasil. Meski bensin dan biaya konsumsi terus terkuras. Namun, bukan semata-mata mengenai dana yang saya persoalkan. Akan tetapi ada yang lebih indah dari hal itu, ialah kebersamaan, komitmen, rasa percaya diri, dan pengorbanan. Dari situ saya belajar banyak mengenai kehidupan,” tutup Riyan.




