Setelah dinanti, film SORE: Istri dari Masa Depan resmi tayang di bioskop Indonesia dan langsung menarik perhatian para pecinta film tanah air. Mengusung kisah romansa yang dibalut dengan sentuhan fantasi perjalanan waktu, film ini hadir dengan visual yang memukau dan alur cerita yang emosional.
Tak banyak yang tahu, SORE: Istri dari Masa Depan bukanlah kisah yang benar-benar baru. Film ini merupakan adaptasi dari serial web populer berjudul sama yang tayang pada tahun 2017. Serial tersebut dikenal berani mengangkat tema cinta lintas waktu dan sempat meninggalkan kesan mendalam di hati penontonnya.
Dalam versi layar lebarnya, cerita dikembangkan dengan pendekatan yang lebih sinematik dan emosional. Jika pada versi web karakter Sore diperankan oleh Tika Bravani, kini aktris Sheila Dara Aisha dipercaya memerankan tokoh utama tersebut. Kehadirannya membawa warna baru pada karakter Sore. Menariknya, Dion Wiyoko kembali memerankan karakter Jonathan, sebagaimana dalam versi serial sebelumnya.
Film ini disutradarai dan ditulis oleh Yandy Laurens, kreator dari versi orisinal web series-nya. Ia membawa visinya lebih jauh dengan pengembangan karakter yang lebih mendalam serta atmosfer yang lebih kuat. Dedikasi para pemeran juga terlihat nyata, salah satunya dari Sheila Dara yang mempelajari bahasa Kroasia demi mendalami karakternya secara autentik.
Proses syuting film dilakukan di tiga lokasi berbeda: Kroasia, Finlandia, dan Jakarta. Kota kecil Groznjan di Kroasia, yang hanya dihuni sekitar 30 orang, menjadi lokasi utama yang menggambarkan kesunyian dan kontemplasi dalam hidup Jonathan. Sementara itu, adegan bersalju direkam di Finlandia, dan beberapa adegan domestik diselesaikan di Jakarta. Keindahan visual dari ketiga lokasi ini memperkuat atmosfer lintas waktu yang dihadirkan dalam film.
Cerita berpusat pada Jonathan, seorang fotografer yang menjalani hidup sepi di Kroasia. Hidupnya berubah ketika ia bertemu dengan Sore, perempuan misterius yang mengaku sebagai istrinya dari masa depan. Sore hadir bukan hanya membawa cinta, tapi juga misi: menyelamatkan Jonathan dari takdir kelam yang akan ia hadapi akibat kebiasaan buruknya sendiri.
Salah satu daya tarik lain dari film ini adalah deretan musisi ternama yang turut mengisi soundtrack. Mulai dari Adhitia Sofyan, Barasuara, Sheila on 7, hingga musisi asal Eropa Timur, Miran Hadzi-Veljkovic, semuanya menyumbangkan karya yang memperkuat suasana film. Lagu “Forget Jakarta” milik Adhitia Sofyan bahkan menjadi highlight, sekaligus penghormatan terhadap versi serial terdahulu.
Dengan pendekatan cerita yang menyentuh, performa akting yang kuat, dan produksi visual yang serius, SORE: Istri dari Masa Depan menjadi salah satu film Indonesia yang layak mendapat apresiasi lebih. Film ini tidak hanya menghidupkan kembali kisah yang sudah dicintai, tetapi juga membawanya ke dimensi sinematik yang lebih dalam dan menyentuh.[]


