Sarang semut merupakan istilah untuk menyebut genus myrmecodia, genus tanaman mirmekofil epifit yang berasal dari Asia Tenggara dan kepulauan besar terbentang sampai Queensland, Australia. Nama ini berasal dari bahasa Yunani yang artinya “mirip semut” atau “dikerumuni semut”.
Tanaman ini banyak ditemukan di daerah Papua dan tumbuh pada dahan atau batang tumbuhan. Sarang semut tumbuh pada tumbuhan lain, sehingga bergantung pada proses simbiosis untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Meskipun hidup menumpang pada tumbuhan lain, sarang semut tidak merugikan tumbuhan utama tersebut.
Sarang semut umumnya dimanfaatkan sebagai obat yang dipercaya dapat menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti sakit perut, kanker, tumor, jantung koroner, TBC, rematik, dan leukemia. Sarang semut juga memiliki kandungan anti kanker dan antibakteri.
Kandungannya meliputi tanin ter hidroksida, flavonoid, dan tanin terkondensasi. Diketahui flavonoid dapat menghambat aktivasi karsinogen yang menyebabkan kanker, menghambat angiogenesis, anti proliferasi, menginduksi apoptosis, dan aktivitas antioksidan.
Kandungan flavonoid sarang semut menjadi antioksidan yang bisa menghambat sel HeLa yang terdapat pada kanker serviks, mampu memodulasi jalur siklus sel, dan menghambat invasi sel tumor.
Berikut sejumlah manfaat sarang semut untuk kesehatan:
- Mengobati penyakit jantung, seperti hipertensi, stroke, jantung koroner, dan sebagainya.
- Menangani sel pertumbuhan kanker agar tidak semakin parah dan menyebar.
- Mengatasi benjolan yang muncul di area intim, seperti payudara wanita. Umumnya benjolan berisi cairan ini merupakan gejala munculnya tumor atau kanker payudara.
- Mengatasi ambeien.
- Melancarkan haid yang tidak teratur.
- Mengobati rematik karena mengandung antioksidan dan tokoferol yang baik untuk mengobati rematik.
- Meningkatkan imunitas.
- Bermanfaat sebagai antibiotik atau anti bakteri untuk tubuh.
- Meningkatkan metabolisme tubuh.
- Menjaga keseimbangan kadar insulin pada tubuh.
[Radika]




